HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menegaskan seruannya untuk mengambil alih Greenland pada Senin (22/12). Pernyataan tersebut langsung memicu penolakan keras dari Denmark dan Uni Eropa.
Trump menyatakan bahwa keinginannya terhadap Greenland didorong oleh kepentingan keamanan nasional, bukan faktor ekonomi atau sumber daya alam.
“Kami membutuhkan Greenland demi keamanan nasional, bukan karena mineralnya,” kata Trump kepada wartawan di resornya, Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida, dikutip Holopis.com, Selasa (23/12).
Dalam kesempatan yang sama, Trump kembali mempertanyakan peran Denmark atas wilayah tersebut.
“Mereka mengatakan Denmark yang memilikinya. Denmark tidak mengeluarkan uang sepersen pun dan tidak memiliki perlindungan militer,” ujarnya.
Pemerintah Denmark sendiri secara hukum bertanggung jawab atas pertahanan Greenland dan memiliki kewenangan untuk mempertahankan kemampuan militer yang berkaitan dengan pulau tersebut. Greenland merupakan wilayah otonomi di bawah Kerajaan Denmark.
Sehari sebelumnya, Minggu (21/12), Trump juga mengumumkan penunjukan Gubernur Louisiana, Jeff Landry, sebagai utusan khusus untuk Greenland. Penunjukan ini disebut sebagai bagian dari upaya serius pemerintahannya terkait wilayah tersebut.
“Kita harus memilikinya, dan dia ingin memimpin upaya itu,” kata Trump, merujuk pada Landry.
Pernyataan Trump ini kembali menyalakan ketegangan diplomatik, mengingat Greenland selama ini menjadi isu sensitif dalam hubungan antara Amerika Serikat, Denmark, dan Uni Eropa.


