WFP: 33 Juta Warga Sudan Terancam Kekurangan Stok Pangan

18 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – The United Nations World Food Programme (WFP) Perserikatan Bangsa-Bangsa melaporkan bahwa sekitar 33 juta warga Sudan membutuhkan bantuan pangan dan dukungan kemanusiaan lainnya di tengah krisis yang terus memburuk.

Kondisi ini disebabkan WFP mengurangi jatah bantuan makanan mulai Januari 2026 akibat keterbatasan pendanaan.

- Advertisement -Hosting Terbaik

Seperti yang dikutip Holopis.com  dari laporan WAFA yang menyebutkan pengurangan bantuan dinilai berpotensi meningkatkan risiko kelaparan bagi jutaan penduduk yang sebelumnya sudah berada dalam kondisi rawan pangan ekstrem.

Sementara itu, United Nations Children’s Fund (UNICEF) menyebut krisis pendidikan di Sudan berada pada tingkat yang sangat mengkhawatirkan.

- Advertisement -

Dalam laporannya, UNICEF mencatat sekitar 14 juta dari 17 juta anak usia sekolah tidak dapat bersekolah, terutama di wilayah Darfur dan Kordofan.

UNICEF menegaskan bahwa 62 persen dari rencana respons kemanusiaan senilai 1 miliar dolar AS (sekitar Rp16,7 triliun) belum memperoleh pendanaan.

Dana tersebut diperlukan untuk menyediakan layanan perlindungan anak, pendidikan, kesehatan, gizi, air bersih, sanitasi, hingga bantuan tunai.

Lembaga itu menargetkan dukungan bagi 13,1 juta orang, termasuk 8,7 juta anak yang terdampak krisis di berbagai negara, dengan Sudan menjadi salah satu fokus utama.

Situasi kemanusiaan di Sudan semakin diperburuk oleh wabah penyakit, kerawanan pangan, dan banjir besar yang melanda sejumlah wilayah.

Tanpa dukungan internasional yang memadai, PBB memperingatkan krisis dapat berkembang menjadi bencana kemanusiaan yang lebih besar dalam beberapa bulan ke depan.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
18 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis