2025 Jadi Tahun Emas Pariwisata Indonesia, Raih 153 Penghargaan Internasional


Oleh : Dede Suhadi

HOLOPIS.COM, JAKARTA - Tahun 2025 resmi dinobatkan sebagai "Tahun Emas" bagi pariwisata Indonesia. Dalam gelaran JPAT 2025 di Gedung Sapta Pesona, Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan kabar fantastis yaitu Indonesia berhasil memboyong 153 penghargaan internasional.

Prestasi ini merupakan sebuah lompatan besar dari 66 penghargaan di tahun sebelumnya. Pencapaian ini bukan sekadar angka, melainkan validasi mutlak bahwa kualitas destinasi, layanan, dan infrastruktur Indonesia kini bermain di liga dunia.

“Kita patut berbangga dan bersyukur, kualitas pariwisata Indonesia semakin diakui. Ini adalah bukti nyata daya saing kita telah mencapai level global,” ujar Menteri Widiyanti.

Dua pengakuan paling menonjol datang dari sektor yang paling dinamis: kuliner dan akomodasi premium.

1. Gastronomi Menawan Hati Juri Prancis

Kekayaan kuliner Nusantara telah berhasil memukau kritikus internasional. Indonesia dianugerahi penghargaan prestisius “The New Destination Champion Award 2026” dari La Liste, Prancis.

Pengakuan dari pemeringkat restoran dan destinasi kuliner paling kredibel di dunia ini menegaskan bahwa keunikan rasa, keragaman bahan, dan filosofi di balik masakan Indonesia kini diakui sebagai yang terbaik dan paling menjanjikan secara global. Indonesia secara resmi menjadi destinasi kuliner yang wajib dikunjungi.

2. Indonesia Kolektor Kunci Emas Terbaik Dunia

Standar hospitality Indonesia juga mendapat validasi tertinggi melalui penghargaan bergengsi MICHELIN Keys, yang baru saja diluncurkan oleh Guide MICHELIN. Indonesia berhasil meraih pengakuan ini, dengan 33 hotel dan resort di destinasi unggulan dianugerahi MICHELIN Keys.

Raihan ini didominasi oleh Keys Level III (III/V), yang setara dengan penanda "pengalaman menginap yang luar biasa dan termasuk yang terbaik di dunia." Dengan capaian ini, Indonesia kini memiliki "kunci emas" resmi untuk menarik segmen wisatawan premium (high-spending travelers) dari seluruh penjuru dunia.

Selain dari sektor premium, akar pariwisata kerakyatan juga menunjukkan taji. Desa Wisata Pemuteran di Bali berhasil dinobatkan sebagai salah satu Best Tourism Villages dari UN Tourism. Sementara itu, Desa Wisata Osing Kemiren di Jawa Timur terpilih masuk dalam Upgrade Programme UN Tourism, menunjukkan potensi besar untuk tumbuh menjadi destinasi kelas dunia.

Di sisi internal, Kementerian Pariwisata juga meraih predikat Juara 1 Badan Publik dengan Strategi Komunikasi Terbaik tahun 2025, membuktikan bahwa pesan "Wonderful Indonesia" disampaikan dengan sangat efektif.

Di balik gemerlap penghargaan, tahun 2025 juga menjadi penanda babak baru dengan disahkannya Undang-Undang Kepariwisataan Nomor 18 Tahun 2025.

“Pengesahan UU ini adalah pencapaian institusional besar. Ini adalah fondasi kuat, sebuah agenda yang berhasil dituntaskan, yang akan menjadi acuan utama bagi seluruh pemangku kepentingan,” jelas Menteri Widiyanti.

Pariwisata Indonesia juga semakin terintegrasi dengan global melalui kolaborasi strategis dengan 15 kementerian/lembaga di dalam negeri (termasuk kerjasama SDM dengan Kemenaker dan pemberdayaan UMKM) serta kemitraan internasional, seperti MoU dengan Tiongkok untuk akses pasar dan dukungan Deklarasi Mpumalanga untuk memajukan pariwisata global.

Menutup tahun emas ini, Kemenpar meluncurkan inisiatif digital terbaru mereka, "Halo Wonderful," sebuah platform layanan informasi terpadu. Inisiatif ini hadir melalui berbagai kanal seperti WhatsApp, call center, e-mail, hingga media sosial untuk memastikan keterbukaan informasi publik dan mendengarkan masukan dari wisatawan domestik maupun mancanegara.

Tampilan Utama