HOLOPIS.COM, JAKARTA – Arem-arem, kudapan tradisional berbahan dasar nasi yang dibungkus daun pisang, Meski tampil sederhana dan berukuran mungil, makanan ini tetap menjadi pilihan dalam berbagai acara, mulai dari arisan, kumpul keluarga, hingga sarapan praktis.
Daya tarik utama arem-arem terletak pada variasi isiannya yang terus berkembang mengikuti selera zaman. Mulai dari isian klasik hingga yang lebih modern, setiap varian menawarkan cita rasa khas yang dekat dengan tradisi dapur rumahan Indonesia.
Isian Sayur Kentang Wortel Masih Jadi Primadona Ringan
Arem-arem dengan isian sayur kentang dan wortel menjadi pilihan bagi penikmat rasa yang lebih ringan. Biasanya dimasak dengan bumbu gurih sederhana, beberapa resep menambahkan bihun atau kacang polong untuk menambah tekstur.
Varian ini kerap hadir dalam acara keluarga karena rasanya aman dinikmati semua umur dan tidak mudah membuat enek. Teksturnya yang lembut dan rasa manis alami dari wortel juga cocok untuk anak-anak maupun mereka yang tidak menyukai isian berbahan daging.
Ayam Suwir, Pilihan Gurih yang Tak Pernah Salah
Bagi pencinta rasa gurih dan beraroma, arem-arem isi ayam suwir menjadi favorit sepanjang masa. Daging ayam biasanya dibumbui dengan racikan kuning, bumbu bali, atau kecap pedas sebelum disuwir halus.
Isian ini memberikan sensasi lebih mengenyangkan dan kaya rasa. Fleksibilitas ayam suwir yang mudah dipadukan dengan berbagai bumbu daerah membuat varian ini selalu cocok di berbagai kesempatan, baik versi manis ala Jawa maupun pedas ala rumahan.
Abon, Varian Praktis dan Tahan Lama
Arem-arem isi abon juga menjadi pilihan populer, terutama untuk penyajian dalam jumlah besar. Abon sapi atau ayam terkenal karena praktis dan memiliki daya simpan lebih lama. Teksturnya yang kering memberi kontras menarik ketika berpadu dengan nasi yang lembut, menghadirkan cita rasa gurih dan aroma khas yang menggugah selera.

