Warga Aceh Korban Bencana Kibarkan Bendera Putih, Mendagri: Kami Minta Maaf

68 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Heboh aksi warga Aceh korban bencana banjir dan longsor yang mengibarkan bendera putih. Salah satunya aksi itu terlihat di depan Masjid Raya Bairurrahman, Banda Aceh yang ditafsirkan sebagai simbol keputusasaan.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan pemerintah pusat mendengar seluruh keluh kesah korban bencana di Sumatera, termasuk adanya pengibaran bendera putih di Aceh.

- Advertisement -Hosting Terbaik

“Kami mendengar, pemerintah mendengar, memahami berbagai kritik masukan dan sikap masyarakat,” kata Tito di Jakarta, Jumat, (19/12/2025).

Tito menjelaskan, pemerintah sejauh ini terus berupaya memberikan penanganan maksimal untuk para korban bencana Sumatera di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

- Advertisement -

Kata dia, pemerintah terus berupaya dalam penanganan mitigasi bencana, evakuasi hingga pendistribusian logistik.

Meski demikian, Tito mengakui masih ada kekurangan dari kinerja pemerintah. Maka itu, ia menyampaikam permintaan maaf kepada masyarakat bila upaya penanganan pemerintah belum memuaskan.

“Dengan segala kerendahan hati kami minta maaf bila ada kekurangan. Memang kendala yang dihadapi cukup besar karena medan yang cukup berat ya,” jelas eks Kapolri itu.

Tapi, dia berjanji bahwa pemerintah akan terus berupaya mengatasi berbagai kendala. “Memperbaiki kinerja, dan secepatnya memenuhi kebutuhan darurat saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” ujar Tito.

Sebelumnya, Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem juga sudah buka uara soal fenomena pengibaran bendera putih di sejumlah daerah Aceh. Bagi dia, aksi warga Aceh yang melakukan itu karena bentuk rasa solidaritas ingin dibantu.

“Kalau bendera putih, kalau kita artikan semua masuk, menurut kacamata saya ya, sebagai solidaritas rasa simpatisan, dan rasa ingin dibantu. Seperti itu,” kata Mualem di Aceh Utara, Kamis (18/12/2025)

Aksi warga Aceh yang mengibarkan bendera putih terjadi di Aceh Tamiang, Bireuen, Pidie Jaya, hingga Banda Aceh.

Bagi Mualem, aksi pengibaran bendera putih itu untuk mendapatkan perhatian orang banyak.

“Bendera putih itu dapat seperti ada untuk perhatian orang lain, baik dalam negeri maupun luar negeri. Saya pikir tidak lebih dari pada itu. Bukan menyerah,” ujar Mualem.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
68 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis