Wajib Halal 2026: BPJPH Ajak Denmark, Siapkan Ekosistem Berstandar Internasional
HOLOPIS.COM, JAKARTA – Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, mendapatkan dukungan tak terduga dari Kerajaan Denmark untuk memperkuat fondasi ekonomi halalnya. Bukannya menghadirkan hambatan, standar halal justru disebut sebagai kunci utama untuk menyederhanakan rantai pasok global.
Fakta menarik ini terungkap dalam Workshop tentang Logistik Halal/Manajemen Rantai Pasok dan Material Kemasan yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) bersama Kedutaan Besar Denmark di Jakarta pada 9-10 Desember 2025.
Selama ini, standar dan sertifikasi kerap dianggap memperlambat proses logistik. Namun, Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Sten Frimodt Nielsen, justru menegaskan sebaliknya.
“Proses halal bukanlah hambatan, tetapi dukungan bagi kelancaran logistik,” ungkap Dubes Nielsen, yang turut hadir dalam acara tersebut. Ia mengapresiasi langkah Indonesia dalam mengembangkan sistem sertifikasi halal yang terstruktur, mengingat dampaknya yang besar pada pasar global.
Deputi Bidang Kemitraan dan Standardisasi Halal BPJPH, Abd Syakur, menekankan urgensi pembahasan ini di tengah pesatnya pertumbuhan industri halal dunia.
“Hal ini menjadi sangat penting mengingat pesatnya pertumbuhan industri halal dan meningkatnya kebutuhan terhadap rantai pasok halal yang transparan, terjamin, dan berintegritas,” kata Abd Syakur.
Menurut Syakur, Indonesia memiliki potensi besar untuk memimpin ekonomi halal global. Namun, ambisi tersebut hanya bisa terwujud jika ekosistem logistik dan material kemasan halal kita siap, efisien, dan mampu memenuhi standar internasional yang ketat.
Kolaborasi antara BPJPH dan Kedubes Denmark, yang juga melibatkan Perwakilan Danish Agriculture and Food Council Stig Munck Larsen, serta pelaku industri dari kedua negara, BSN, dan Asosiasi Logistik Indonesia, bertujuan untuk mengadopsi praktik terbaik dunia.
Workshop ini fokus pada dua area krusial yaitu bagaimana memastikan kehalalan produk tetap terjaga mulai dari gudang, transportasi, hingga sampai ke tangan konsumen, serta penggunaan material kemasan yang bebas dari kontaminasi non-halal.
Melalui sharing pengalaman dari Denmark, sebuah negara maju yang dikenal unggul dalam efisiensi rantai pasok, BPJPH berharap dapat mempercepat penerapan logistik dan material kemasan halal di Indonesia yang berdaya saing global, membuktikan bahwa kepatuhan syariah dapat berjalan seiring dengan efisiensi bisnis modern.