HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa ketahanan infrastruktur digital harus menjadi perhatian utama dalam upaya penanganan bencana di Indonesia.
Menurutnya, jaringan komunikasi yang stabil dan tangguh merupakan fondasi penting untuk memastikan keselamatan masyarakat, terutama ketika jalur transportasi dan akses fisik terputus akibat bencana alam.
Meutya menyampaikan bahwa setiap kejadian bencana selalu menunjukkan betapa vitalnya arus informasi yang cepat, akurat, dan dapat diandalkan. Ia menekankan bahwa infrastruktur digital kini berperan sebagai benteng pertahanan terakhir, karena masyarakat sangat bergantung pada konektivitas untuk mendapatkan informasi penting, meminta bantuan, hingga mengakses layanan darurat.
“Bencana ini mengingatkan kita semua bahwa konektivitas dan informasi adalah kebutuhan mendasar. Infrastruktur digital adalah benteng pertahanan terakhir ketika akses fisik terputus,” ujarnya Meutya, sebagaimana yang dikutip Holopis.com dalam siaran pers, Kamis (18/12).
Di tengah meningkatnya potensi bencana yang dipicu oleh perubahan iklim, Meutya menilai penguatan resiliensi infrastruktur digital harus menjadi prioritas nasional. Ia menekankan bahwa kesiapan jaringan telekomunikasi bukan hanya persoalan teknis, tetapi bagian dari mitigasi risiko yang langsung berdampak pada keselamatan warga.
Meutya juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam percepatan pemulihan jaringan komunikasi pascabencana. Sinergi antara operator telekomunikasi, pemerintah, dan pemangku kepentingan terkait dinilai sangat menentukan kecepatan pemulihan layanan.
“Tidak ada satu pihak yang bisa bekerja sendiri. Kolaborasi yang cepat dan solid adalah kunci menjaga konektivitas nasional,” tegasnya.


