Hari Kerja Sama Selatan-Selatan, Ketika Negara Berkembang Saling Menguatkan

42 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Setiap tanggal 19 September, dunia memperingati Hari Kerja Sama Selatan-Selatan. Peringatan ini menjadi pengingat bahwa negara-negara berkembang tidak hanya berada di posisi penerima bantuan, tetapi juga memiliki kapasitas untuk saling berbagi solusi, pengalaman, dan kekuatan pembangunan.

Kerja Sama Selatan-Selatan merujuk pada kolaborasi antarnegara berkembang di bidang ekonomi, sosial, budaya, hingga teknologi. Konsep ini lahir dari kesadaran bahwa negara-negara di kawasan Asia, Afrika, Amerika Latin, dan Pasifik menghadapi tantangan yang relatif serupa, mulai dari kemiskinan, ketimpangan, hingga pembangunan berkelanjutan.

- Advertisement -Hosting Terbaik

Akar kerja sama ini dapat ditelusuri hingga Konferensi Asia-Afrika 1955 di Bandung, yang menandai lahirnya solidaritas negara-negara Dunia Ketiga. Semangat saling mendukung tanpa dominasi kekuatan besar menjadi fondasi hubungan antarnegara berkembang hingga kini.

Kenapa Diperingati Tanggal 19 September?

Tanggal 19 September dipilih karena bertepatan dengan adopsi Buenos Aires Plan of Action (BAPA) oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 1978. Dokumen ini menjadi kerangka kerja internasional pertama yang secara resmi mengatur dan mengakui pentingnya Kerja Sama Selatan-Selatan sebagai strategi pembangunan.

- Advertisement -

Melalui BAPA, negara-negara berkembang sepakat bahwa pembangunan tidak harus selalu bergantung pada negara maju. Sebaliknya, pengalaman dan solusi dari sesama negara berkembang dinilai lebih relevan karena lahir dari konteks sosial dan ekonomi yang serupa.

Kenapa Kerja Sama Selatan-Selatan Jarang Dibicarakan?

Di ruang publik, Kerja Sama Selatan-Selatan kerap luput dari perhatian. Banyak masyarakat lebih mengenal bantuan internasional dari negara maju dibandingkan kolaborasi antarnegara berkembang. Salah satu penyebabnya, kerja sama ini jarang menampilkan proyek besar atau nilai bantuan yang mencolok.

Selain itu, bentuk kerja samanya sering berupa pertukaran pengetahuan, pelatihan teknis, dan penguatan kapasitas, yang dampaknya tidak langsung terlihat. Hasilnya baru terasa dalam jangka panjang, sehingga kurang menarik perhatian publik secara instan.

Hari Kerja Sama Selatan-Selatan menjadi pengingat bahwa solidaritas global tidak selalu datang dari pusat kekuatan dunia. Sering kali, kekuatan justru tumbuh dari sesama negara berkembang yang memilih untuk saling belajar, berbagi, dan tumbuh bersama.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
42 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis