HOLOPIS.COM, JAKARTA – Tersangka kasus pencemaran nama baik mengenai ijazah palsu Presiden RI ke-7 Joko Widodo, Roy Suryo secara gamblang menyebut bahwa kegaduhan polemik ijazah palsu Jokowi disebabkan oleh Jokowi sendiri.
Hal tersebut disampaikan Roy Suryo saat menghadiri gelar perkara khusus oleh Tim Penyidik Polda Metro Jaya, di Gedung Polda Metro Jaya pada Senin 15 Desember 2025.
“Intinya begini, kami nanti akan sampaikan bahwa persoalan ini dimulai dari, awalnya ada dari mana? Orang yang membuat persoalan ini jadi gaduh, adalah orang yang kausa prima atau penyebab pertamanya adalah Joko Widodo sendiri,” kata Roy Suryo kepada wartawan di Polda Metro Jaya, pada Senin (15/12/2025).
Roy menyebut, kegaduhan ini bermula saat Jokowi mengumumkan terkait Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) miliknya pada 2013 silam, sehingga menuai kontroversi.
“Yang mana pada tahun 2013 tepatnya tanggal 28 Juni, bertempat di salah satu kampus ya, mengaku dengan sendirinya bahwa IP dia tidak ada dua atau kurang dari dua. Dan itu tidak pernah diralat sampai sekarang, dan itu selalu kita mendengar berbeda-beda,” ujarnya.
Menurut Roy, pernyataan tersebut hingga kini tidak pernah diralat secara resmi. Akibatnya, informasi mengenai IP akademik Jokowi terus berubah-ubah dan menimbulkan kebingungan di tengah publik.
“Pada saat gelar perkara di Mabes Polri, kita mendengar data katanya IPnya ada yang bilang 3,5, ada yang IPnya 2,5, dan lain sebagainya. Dan terakhir kita bilang rektor sendiri mengatakan IPnya 2,5 atau lebih sedikit, atau standarnya minimal 2,5. Ini kan aneh,” ujarnya
Ia menilai ketidakjelasan tersebut menjadi pemicu utama kegaduhan yang terus bergulir hingga saat ini. Oleh karena itu, Roy menegaskan bahwa jika publik mempertanyakan siapa pihak yang menyebabkan kegaduhan dalam polemik ijazah tersebut, maka jawabannya adalah Jokowi sendiri.
“Jadi dia (Jokowi) lah. Kalau mau ditanya siapa yang menyebabkan gaduh, ya dia lah yang menyebabkan gaduh,” pungkasnya.

