Kemenekraf dan IMEX Koalisi untuk Dominasi Musik Tradisional di Panggung Dunia

56 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Musik tradisional Nusantara siap ‘naik kelas’ dan membidik dominasi panggung global. Ini bukan lagi sekadar mimpi, melainkan misi yang akan dijalankan melalui kolaborasi strategis antara Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) dan platform kunci, Indonesia Music Expo (IMEX).

Pertemuan audiensi di Autograph Tower, Jakarta, Jumat (12/12) menjadi penanda dimulainya era baru musik tradisi Indonesia yang berbasis data dan ekonomi terukur. Wakil Menteri Ekraf, Irene, menegaskan bahwa peran pemerintah telah bergeser dari sekadar penyokong menjadi mitra strategis yang menuntut hasil nyata.

- Advertisement -

Istilah world music merupakan kategori yang merangkum musik tradisi budaya, instrumen etnik, dan ekspresi lokal untuk panggung internasional yang kini harus diterjemahkan menjadi pundi-pundi ekonomi.

Irene menekankan perlunya pendekatan data-driven untuk memetakan direct income (transaksi langsung) dan indirect income (rantai pasok, ekspansi digital, publishing) dari musik tradisi. “Setiap intervensi harus memiliki output ekonomi yang jelas,” tegasnya.

- Advertisement -

Kesepakatan dengan IMEX sebuah platform MICE world music yang juga mitra resmi WOMEX (World Music Expo) global akan ditindaklanjuti dengan penyusunan rencana kerja konkret, termasuk pemetaan kebutuhan musisi daerah dan mekanisme kolaborasi terstruktur.

IMEX, yang telah menjadi ruang temu penting bagi musisi tradisi sejak 2011 (dan baru saja menggelar edisi terakhirnya di Ubud, Bali, Mei 2024), diakui sebagai pintu masuk utama musisi Nusantara ke jaringan global kurator dan promotor.

Direktur IMEX, Franki Raden, memberikan insights penting tentang perubahan perilaku pasar internasional. Menurutnya, kurasi global kini telah bergeser kembali ke pengalaman langsung di festival dan expo.

“Para delegasi internasional membutuhkan pengalaman holistik. Mereka ingin menyaksikan energi, konteks budaya, dan kekuatan artistik para musisi secara langsung,” jelas Franki, menandakan bahwa kualitas pertunjukan langsung akan menjadi mata uang utama.

Deputi Bidang Kreativitas Media, Agustini Rahayu, turut memperkuat pandangan ini, menegaskan bahwa promosi dan pemasaran adalah titik strategis untuk penciptaan nilai tambah.

“Untuk menciptakan nilai tambah, harus terjadi transaksi. Promosi adalah kuncinya,” pungkas Deputi Ayu.

Dengan komitmen penyelarasan program, pemanfaatan IMEX sebagai ruang promosi, dan integrasi katalog musik tradisi ke platform digital nasional, kolaborasi ini diharapkan mampu memastikan kekayaan musik tradisi yang luar biasa milik Indonesia menjadi semakin kompetitif dan mendunia.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
56 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

holopis