HOLOPIS.COM, RANTEPAO – Sekitar 12,3 kilometer dari pusat Rantepao, terdapat sebuah gerbang menuju dunia lain yang dijuluki “Negeri Di Atas Awan.” Inilah kawasan wisata To’ Tombi di Lembang Benteng Mamullu, Kapala Pitu, Tana Toraja Utara, destinasi yang menjanjikan pengalaman magis terbangun di tengah hamparan kabut tebal.
Setiap pagi, lembah di bawah bukit To’ Tombi dipenuhi gumpalan awan yang berkumpul rapat, menciptakan pemandangan layaknya samudra kapas putih yang luas. Sensasi yang membuat pengunjung benar-benar merasa berdiri di puncak langit.
Setelah awan menghilang, panorama yang tersaji pun tak kalah menawan, menampilkan kekayaan alam Toraja seperti pegunungan hijau, persawahan berundak, dan rumah-rumah adat Tongkonan yang berdiri gagah.
Di balik keindahan alamnya, To’ Tombi menyimpan cerita budaya yang mendalam. Nama To’ Tombi sendiri berakar dari bahasa lokal yaitu ‘To’’ berarti tempat, dan ‘Tombi’ adalah kain khas berupa panji-panji yang ditancapkan sebagai penanda adanya upacara kematian besar (Rambu Solo’).
Secara etimologis, To’ Tombi adalah ‘tempat menancapkan tombi,’ sebuah peran yang menjadikannya pos informasi tradisional bagi masyarakat yang akan melintas ke arah Lolai. Meski kini fungsi informasi telah digantikan telepon genggam dan media sosial, warisan sejarah ini menjadikan kunjungan ke To’ Tombi lebih dari sekadar menikmati pemandangan.
Keunikan To’ Tombi tidak berhenti pada kabut dan sejarah namanya. Dalam upaya mengakomodasi lonjakan pengunjung, pengelola telah mengubah fungsi bangunan tradisional Toraja, lumbung (tempat penyimpanan padi), menjadi penginapan yang dapat memuat banyak orang.
Jika biasanya lumbung hanya untuk menyimpan hasil panen, di To’ Tombi, lumbung menawarkan pengalaman menginap otentik dengan sentuhan arsitektur khas Toraja. Pengunjung dapat bersantai di antara 5 unit villa, 1 kafe, 2 warung, 3 lumbung yang telah dimodifikasi, dan 7 gazeWisata Eksotis Toraja: Menangkap Matahari Terbit dari Negeri Di Atas Awan Sejatibo yang tersedia sebagai fasilitas.
Sejak viral di media sosial sekitar tahun 2000 dan mulai dikembangkan sebagai villa keluarga pada tahun 2016, To’ Tombi yang berjarak tempuh hanya 25-35 menit dari Rantepao ini menjadi perpaduan sempurna antara keajaiban alam dan kearifan lokal yang patut dicoba.

