Sri Lanka akan Luncurkan Program Khusus Perlindungan Anak-Anak Terdampak Bencana
HOLOPIS.COM, JAKARTA - Kementerian Urusan Perempuan dan Anak Sri Lanka pada Rabu (10/12) mengumumkan program khusus yang bertujuan untuk melindungi anak-anak yang terdampak bencana banjir dan longsor baru-baru ini.
Wakil Menteri Urusan Perempuan dan Anak Sri Lanka Namal Sudarshana mengatakan bahwa lebih dari 100.000 anak di seluruh negara itu terdampak serius akibat bencana ini, dengan jumlah tertinggi dilaporkan di Distrik Puttalam, yakni sebanyak 43.000 anak.
“Pemerintah Sri Lanka akan mengadakan pembicaraan dengan Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) pada 11-12 Desember untuk mengembangkan program dukungan bagi anak-anak yang terdampak,” kata Namal Sudarshana, dikutip Holopis.com, Kamis (11/12).
Usai rangkaian pertemuan tersebut, kementerian tersebut dan sejumlah mitra internasional diharapkan akan meluncurkan inisiatif bersama untuk memperkuat mekanisme perlindungan anak di daerah yang terdampak bencana, katanya.
Sebagai informasi, Sebuah studi menyebutkan bahwa badai mematikan pada akhir November 2025 di Indonesia, Malaysia, Thailand dan Sri Lanka ‘diperkuat’ oleh meningkatnya suhu permukaan laut dan diperburuk oleh laju deforestasi yang tinggi.
Siklon Tropis Senyar tercatat telah menghancurkan berbagai wilayah di Asia Tenggara setelah terbentuk di Selat Malaka. Fenomena iklim langka tersebut memicu banjir dan longsor yang hingga saat ini menewaskan 1.200 orang, termasuk 969 korban di Pulau Sumatra. Dana pemulihan untuk memulihkan dampak kerusakan bencana ini ditaksir menembus US$3 miliar.
Sementara itu, Sri Lanka dilanda banjir dan tanah longsor akibat Siklon Tropis Ditwah, dengan jumlah korban tewas melampaui 600 orang dan kerugian ekonomi diperkirakan mencapai sekitar US$7 miliar.