HOLOPIS.COM, JAKARTA – Terowongan Lampegan, yang terletak di Desa Cibokor, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tidak hanya terkenal karena sejarahnya yang panjang, tetapi juga karena cerita-cerita mistis yang melingkupinya.
Terowongan yang dibangun pada tahun 1879 hingga 1882 ini merupakan salah satu terowongan kereta api tertua di Indonesia, namun ada sebuah legenda horor yang hingga kini terus menghantui kawasan tersebut.
Sejarah Pembangunan Terowongan Lampegan yang Penuh Tantangan
Terowongan Lampegan pertama kali dibangun oleh Perusahaan Kereta Api Negara Staatspoorwegen (SS) untuk mendukung jalur kereta api Sukabumi-Cianjur sepanjang 39 kilometer. Pembangunannya tidak berjalan mulus, karena terowongan ini harus menembus Gunung Kancana, sebuah bukit besar yang menjadi hambatan utama.
Proses pembangunan pun memakan waktu lama dan diwarnai dengan kesulitan teknis, bahkan dinamit digunakan untuk meledakkan bagian tengah gunung agar pembangunan dapat dilanjutkan.
Namun, setelah berbagai upaya keras, akhirnya pada tahun 1882, Terowongan Lampegan selesai dibangun dan diresmikan. Peresmian terowongan ini dihadiri oleh pejabat-pejabat dari pemerintahan Hindia Belanda serta para tokoh lokal, termasuk Gubernur Hindia Belanda saat itu, Cornelis Pijnacker Hordik.
Malam Peresmian yang Mencekam
Salah satu peristiwa yang tidak bisa dilupakan dari peresmian Terowongan Lampegan adalah penampilan seorang ronggeng terkenal di daerah tersebut, Nyi Sadea.
Pada malam itu, di bawah rintik hujan, Nyi Sadea dengan mengenakan kemben merah dan selendang kuning menari di atas panggung kecil yang terletak di mulut terowongan yang diterangi oleh lampu pijar. Suasana magis malam itu membuat para tamu undangan terpesona.
Namun, setelah penampilannya selesai, sebuah kejadian aneh terjadi. Nyi Sadea yang berteduh di dalam terowongan untuk menghindari hujan deras tiba-tiba menghilang begitu saja.
Tidak ada yang tahu ke mana ia pergi. Meski sudah dicari-cari, sosok Nyi Sadea tidak pernah ditemukan. Sejak malam itu, ia menjadi bagian dari legenda kelam yang beredar di kalangan masyarakat sekitar.
Nyi Sadea dan Keangkeran Terowongan Lampegan
Rumor berkembang cepat mengenai hilangnya Nyi Sadea. Beberapa warga percaya bahwa wanita cantik itu dibunuh dan jasadnya disembunyikan di salah satu dinding beton dalam terowongan. Cerita ini semakin menguatkan anggapan bahwa Terowongan Lampegan dihuni oleh roh-roh halus.
Tak hanya itu, beberapa warga juga melaporkan mendengar suara langkah kaki atau bisikan-bisikan aneh saat melintas di sekitar terowongan pada malam hari.
Terowongan yang dulunya dibangun untuk kemajuan transportasi kini dikenal juga sebagai salah satu tempat angker yang menjadi perbincangan banyak orang. Para pengunjung yang penasaran sering kali mencoba untuk menelusuri terowongan ini, namun banyak yang merasa ketakutan dan segera meninggalkan tempat tersebut karena pengalaman mistis yang mereka alami.
Hingga kini, misteri tentang hilangnya Nyi Sadea dan kejadian-kejadian aneh yang terjadi di Terowongan Lampegan terus menghiasi cerita rakyat Cianjur. Banyak yang meyakini bahwa arwah Nyi Sadea masih gentayangan di tempat itu, mencari keadilan atas nasib tragis yang menimpanya.
Seiring berjalannya waktu, kisah ini semakin menjadi bagian dari folklore horor yang terus hidup dalam ingatan masyarakat lokal dan pengunjung yang datang untuk merasakan atmosfer misterius di Terowongan Lampegan.
Sebagai salah satu warisan sejarah Indonesia, Terowongan Lampegan bukan hanya menyimpan cerita tentang perjuangan dan tantangan dalam pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyimpan sebuah kisah kelam yang hingga kini tetap hidup dalam cerita-cerita mistis yang terus berkembang.
Apakah Nyi Sadea benar-benar dibunuh dan tubuhnya disembunyikan dalam terowongan, ataukah ia hanya menjadi korban dari takdir yang tak terungkapkan? Hingga kini, tidak ada yang tahu jawabannya, dan Terowongan Lampegan tetap menjadi tempat yang penuh misteri.


