HOLOPIS.COM, TANGERANG – Kota Tangerang baru saja menutup tirai panggung budaya terbesarnya, Benteng Culture Festival (BCF) 2025, yang berlangsung meriah dari 5 hingga 7 Desember di Metropolis Town Square. Festival ini bukan sekadar perhelatan seni, melainkan sebuah gerbang eksklusif menuju kekayaan sejarah dan multikulturalisme khas komunitas Benteng Tangerang yang unik.
Selama tiga hari penuh, festival ini sukses menarik perhatian 24.150 wisatawan lokal maupun luar kota, yang antusias menyaksikan perpaduan harmonis antara tradisi leluhur dan hiburan modern.
Pengunjung disuguhi beragam atraksi yang menjadi cerminan akulturasi budaya Tionghoa dan lokal, mulai dari kesenian tradisional, pementasan tari-tarian daerah, hingga parade budaya yang sarat makna.
Atmosfer festival semakin pecah dengan kehadiran band papan atas, D’Massiv, yang berhasil menarik ribuan penonton, membuktikan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan industri hiburan kontemporer.
Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono Hasan, yang hadir dalam malam penutupan, menekankan bahwa festival ini adalah wujud nyata kecintaan dan kebanggaan terhadap warisan budaya bangsa.
“Benteng Culture Festival adalah ajang perayaan nilai-nilai kemanusiaan, tempat kita merayakan kebersamaan, gotong royong, dan keragaman. Nilai gotong royong dan solidaritas adalah ruh yang selalu kita jaga,” ujarnya, menggarisbawahi identitas kuat masyarakat Tangerang.
Pemerintah Kota Tangerang pun berkomitmen menjadikan BCF sebagai agenda tahunan yang bukan hanya mempertahankan khazanah daerah, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan bagi pariwisata budaya Indonesia di kancah global.
Daya tarik BCF tidak hanya terletak pada panggung utamanya, tetapi juga pada pasar budayanya. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang, Boyke Urif Hermawan, melaporkan bahwa festival ini menjadi motor penggerak ekonomi yang luar biasa.
“Selama tiga hari penyelenggaraan, Festival Budaya Kota Tangerang mencatat transaksi UMKM senilai fantastis, yaitu Rp 287.500.000,” jelas Boyke.
Angka ini menunjukkan tingginya minat wisatawan terhadap produk-produk kerajinan, kuliner, dan seni khas Tangerang yang dijual oleh pelaku UMKM. Selain itu, para pedagang dan tenant di sekitar Metropolis Town Square juga mencatat peningkatan omzet hingga 30–50% dibandingkan hari biasa, menjadikan BCF sebagai destinasi wisata akhir pekan yang menguntungkan.
Dengan berakhirnya perhelatan ini, Kota Tangerang telah membuktikan diri sebagai salah satu destinasi wisata budaya yang wajib dikunjungi, menjanjikan pengalaman multikultural yang kaya dan tak terlupakan bagi setiap wisatawan.


