Kisah Hantu Kereta Stasiun Manggarai, Berjalan Sendiri Tanpa Masinis

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Indonesia rasanya tidak pernah luput dari urban legend horor yang hidup di tengah masyarakatnya. Salah satu urban legend horor yang tentunya tidak asing ditelinga generasi tahun 90-an adalah kereta hantu Stasiun Manggarai.

Konon diceritakan, kereta dengan jurusan Bogor – Manggarai pernah melaju sendiri tanpa penumpang dan masinis yang mengendarai moda transportasi tersebut di waktu dini hari. Cerita cukup terkenal di masanya, bahkan pernah difilmkan dengan judul “Kereta Hantu Manggarai”.

- Advertisement -Hosting Terbaik

Menurut kesaksian dari beberapa penjaga perlintasan kereta, mereka mendengar suara sirine perlintasan kereta di waktu dini hari yakni pukul 04.00 WIB.

Hal tersebut tentu saja mengejutkan para penjaga perlintasan kereta, pasalnya kereta baru akan beroperasi mulai pukul 05.00 WIB. Tak lama dari bunyi sirine tanda kereta akan melintas berbunyi, muncul kereta dengan empat gerbong yang beroperasi tanpa masinis melintas dalam keadaan gelap gulita.

- Advertisement -

Selain kesaksian dari penjaga perlintasan kereta, ada pula kesaksian dari penjaga stasiun Depok bernama Slamet. Dia mengaku melihat seorang anak muda yang tiba di Stasiun Depok pukul 11 malam. Slamet yang bingung karena jam terakhir kereta beroperasi adalah pukul 10 malam lantas bertanya ke anak muda tersebut.

Setelah bertanya, anak muda tersebut mengaku bahwa dirinya benar-benar baru menaiki kereta. Bahkan anak muda tersebut mengaku sempat meminjam koran dari penumpang lain yang menaiki kereta yang sama.

Hal mengejutkan terjadi ketika Slamet dan anak muda tersebut membuka koran yang baru dipinjam dari penumpang lain di dalam kereta sebelumnya. Ketika dilihat, ternyata koran tersebut merupakan koran cetakan tahun 1953.

Hal ini kemudian memperkuat cerita horor yang terjadi di stasiun Manggarai, sebab jika dilihat dari sejarahnya, Stasiun Manggarai merupakan stasiun tertua yang berdiri sejak zaman penjajahan Belanda, yakni pada tahun 1914.

Stasiun yang terletak di Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan ini dulunya dijadikan tempat tinggal dan pasar budak asal Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur. Tak lama dari situ, wilayah ini kemudian menjadi sebuah kampung.

Pembangunan Stasiun Manggarai sendiri dimulai pada tahun 1914 oleh arsitek Belanda bernama Ir. J. Van Gendt, dan diresmikan pada 1 Mei 1918, padahal saat itu Stasiun Manggarai belum rampung pembangunannya.

Lalu pada ulang tahun ke-50 perusahan Staatsspoorwegen (SS) ke-50, perusahaan ini kemudian mengoperasikan kereta listrik pertama kali dengan jurusan Jakarta-Tanjung Priok. SS lalu melanjutkan proyek elektrifikasi hingga Stasiun Manggarai rampung pada 1 mei 1927.

Selain kisah horor tentang “Hantu Kereta Manggarai”, stasiun memiliki nilai histori yang tinggi. Pasalnya, Stasiun Manggarai juga menjadi saksi pemindahan ibukota sementara ke Yogyakarta pada 4 Januari 1946.

Bahkan pada tahun 1946, Panglima Besar Jenderal Soedirman pernah singgah di Stasiun Manggarai dalam rangka menghadiri perundingan gencatan senjata di Jakarta pada tanggal 1 November 1946.

Kini, Stasiun Manggarai telah beroperasi dengan lancar, dan menjadi pusat stasiun sentral pertama dan terbesar di Indonesia, dimana menjadi pusat integrasi untuk Kereta Rel Listrik (KRL), Kereta Jarak Jauh (KJJJ), dan Kereta Bandara, yang menggabungkan jalur hingga 18 untuk memisahkan lalu lintas dan meningkatkan layanan, menjadikannya episentrum baru transportasi kereta api Jabodetabek.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis