HOLOPIS.COM, JAKARTA – Tiga tersangka tudingan ijazah palsu mantan Presiden RI ke-7 Joko Widodo, Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Tifa Tyassuma atau disebut Doktif (selanjutnya disingkat RRT) mengaku akan menggunakan keahlian masing-masing untuk membantu korban bencana alam di Sumatera.
Hal tersebut disampaikan Doktif dalam konferensi pers yang digelar di Restoran Larazeta, Tebet, Jakarta Selatan pada Selasa (9/12/2025). Menurut Doktif, keahlian dari ketiganya dapat membantu memecahkan persoalan yang menjadi penyebab bencana alam yang melanda banjir di beberapa wilayah Sumatera.
“RRT (Roy Suryo, Rismon Sianipar,dan Tifa Tyassuma) juga sangat prihatin, sangat concern dengan bencana yang terjadi di Sumatera. Dimana kami berpikir, karena kami masing-masing memiliki ilmunya untuk membantu bagaimana memecahkan persoalan yang terjadi akibat dari bencana banjir yang terjadi di Sumatera sesuai dengan ilmu yang kami miliki,” kata dr. Tifa Tyassuma dalam Konferensi Pers, Selasa (9/12/2025).
dr. Tifa menjelaskan ketiganya akan berkontribusi menggunakan ilmu serta keahlian yang dimiliki untuk melakukan antisipasi agar bencana alam banjir dan tanah longsor di Sumatera tidak meluas.
“Jadi RRT akan berkontribusi untuk menggunakan ilmu yang kami miliki, untuk membantu agar bencana tersebut pertama adalah bisa diantisipasi agar tidak semakin meluas,” ujarnya.
Dia menyebut adapun keahlian yang dimiliki ketiganya masing-masing adalah Ilmu Digital Forensik oleh Rismon Sianipar, Ilmu Telematika oleh Roy Suryo, dan Ilmu Epidemiologi dari dirinya sendiri.
“Artinya ada mitigasi risiko yang bisa kami lakukan dengan ilmu kami. Baik dari Ilmu Digital Forensik, Ilmu Telematika maupun Ilmu Epidemiologi yang saya miliki. Jadi kami akan kontribusi di situ,” jelasnya.
Pada keahliannya sendiri, yakni Ilmu Epidemiologi, dr. Tifa menyebut sudah menghubungi beberapa rekan dokter lainnya untuk melakukan epidemi radar floor flood area early warning health surveillance.
“Akan segera kami lakukan bersama-sama dengan teman-teman sejawat dokter dan para epidemiolog yang sudah saya hubungi. Kami akan melakukan epidemi radar floor flood area early warning health surveillance. Jadi itu adalah bagaimana Kita akan melakukan mapping kemudian kita akan melakukan studi observasi terkait dengan kebutuhan-kebutuhan dan antisipasi, apa yang terjadi pada daerah yang mengalami bencana tersebut,” tegasnya.
Sebagai informasi, dr. Tifa bersama Roy Suryo dan Rismon Sianipar resmi ditetapkan sebagai tersangka per 10 November 2025 dalam kasus tudingan ijazah palsu mantan Presiden RI ke-7 Joko Widodo.


