HOLOPIS.COM, JAKARTA – Di tengah kondisi Gaza yang terus digempur oleh serangan Israel, kelaparan, dan keterbatasan hidup akibat blokade panjang, sebuah kisah mengharukan datang dari wilayah yang porak-poranda itu.
Seorang warga Gaza bernama Abu Ahmad menyisihkan 1.000 dolar AS untuk membantu korban banjir bandang di Sumatera.
Donasi tersebut ia sampaikan melalui Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA), seraya meminta maaf karena merasa bantuannya “terlalu kecil”.
Informasi tersebut disampaikan oleh Pembina KISPA, Ustaz Ferry Nur, S.Si. Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa solidaritas warga Gaza tidak pernah padam meski mereka sedang menghadapi situasi terburuk dalam sejarah kemanusiaan modern.
“Rakyat Gaza Palestina, walaupun sedang menderita akibat genosida, serangan brutal penjajah Israel, dan banjir akibat hujan lebat, masih memiliki kepedulian dan cinta kepada rakyat Indonesia,” ujar Ustaz Ferry Nur, seperti dikutip oleh Holopis.com, Sabtu (6/12).
Abu Ahmad juga mengirimkan pesan haru yang diteruskan kepada publik oleh KISPA. Dalam pesannya, ia menyampaikan permintaan maaf meski telah memberikan donasi di tengah keterbatasan yang ekstrem.
“Mohon maaf, karena jumlah ini terlalu kecil menurut kemampuan saya,” tulis Abu Ahmad.
Selain mengirimkan bantuan uang, Abu Ahmad turut menyertakan doa agar Indonesia segera pulih dari musibah yang menimpa warga di Sumatera.
“Kami berdoa kepada Allah SWT agar mengampuni saudara-saudara kami di sana, melindungi mereka dari segala bahaya, dan menyembuhkan luka-luka mereka. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah SWT,” ucapnya.
Warga Gaza Lain Sampaikan Belasungkawa untuk Indonesia
Tak hanya Abu Ahmad, seorang warga Gaza lainnya bernama Waseem Saad juga menyampaikan belasungkawa mendalam untuk Indonesia.
Melalui video yang diunggah akun TikTok @sahabatsurgaindonesia pada akhir November 2025, Waseem Saad memberikan pesan penuh empati di tengah reruntuhan Gaza yang terus diserang.
“Indonesia telah dan masih menjadi denyut nadi yang mendukung dan menghidupkan kembali penduduk Jalur Gaza, mengingat apa yang dialami oleh penduduk di wilayah tersebut dari perang Israel yang brutal, kelaparan, dan pengepungan,” ujar Waseem Saad membuka pesannya.
Dari balik kehancuran Gaza, ia menyampaikan rasa cinta dan dukungan untuk korban banjir di Sumatera.
“Dari sini, dari jantung Jalur Gaza, dan dari rahim penderitaan, kami menyampaikan pesan cinta, dukungan, dan belasungkawa kepada saudara-saudara kami di Indonesia, yang mengalami musibah di pulau Sumatera,” lanjutnya.
Dalam penutup videonya, ia memohon agar Indonesia mendapatkan kembali rasa aman dan kedamaian.
“Aku memohon kepada Allah untuk menyembuhkan yang terluka, merahmati yang meninggal, dan mengembalikan kedamaian serta kesejahteraan ke negaramu. Ya Allah, kabulkanlah,” kata Waseem Saad.
Unggahan tersebut disambut respons positif dari netizen Indonesia. Banyak yang mengaku tersentuh oleh empati warga Gaza yang tetap menunjukkan solidaritas, bahkan ketika mereka sendiri berjuang bertahan hidup di tengah krisis kemanusiaan yang berkepanjangan.
Diketahui, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa jumlah korban meninggal akibat banjir di wilayah Sumatra telah mencapai 883 orang.
Data tersebut tercantum dalam Geoportal Data Bencana Indonesia dan diperbarui per Sabtu (6/12) sekitar pukul 09.30 WIB.
Dari seluruh wilayah terdampak, Sumatra Utara mencatat korban jiwa tertinggi dengan 312 orang, disusul Acehsebanyak 345 orang, serta Sumatra Barat yang melaporkan 226 orang meninggal dunia.


