HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kondisi burnout sering kali sulit dijelaskan karena bukan termasuk gangguan medis resmi. Menurut kamus psikologi American Psychological Association (APA), burnout adalah keadaan kelelahan secara fisik, emosional, atau mental yang biasanya disertai turunnya motivasi, menurunnya performa, hingga munculnya sikap negatif pada diri sendiri maupun orang lain.
Banyak orang termasuk Gen Z sering tidak sadar bahwa mereka sedang mengalami burnout. Aktivitas yang padat, tuntutan produktivitas tinggi, dan budaya “harus selalu sukses” di media sosial membuat generasi ini rentan mengalami kelelahan ekstrem.
Jika kamu terus merasa lelah, bergerak lambat, bahkan tugas paling sederhana terasa berat, apalagi jika mudah stres, cepat kesal, dan gampang frustasi, besar kemungkinan kamu sedang mengalami burnout.
Ciri-Ciri Burnout yang Perlu Diwaspadai, Terutama di Kalangan Gen Z
Setiap orang bisa menunjukkan tanda burnout yang berbeda-beda. Pada dasarnya, tekanan yang muncul bisa berdampak pada kesehatan mental, fisik, dan emosional. Berikut beberapa ciri yang sering dialami, termasuk oleh banyak Gen Z yang kerap terjebak dalam budaya hustle culture:
1. Merasa Tidak Berguna atau Tidak Kompeten
Salah satu ciri burnout adalah munculnya perasaan tidak berharga atau tidak cukup baik. Hal ini bisa memengaruhi produktivitas dan membuat kamu merasa seperti tidak pernah mencapai apa pun. Gen Z yang tumbuh dengan tekanan pencapaian di media sosial sering kali merasakan hal ini lebih kuat.
2. Sering Sakit Kepala
Herbert Freudenberger, psikolog yang pertama memperkenalkan konsep burnout pada tahun 1974, menjelaskan bahwa sakit kepala berulang merupakan gejala fisik yang umum. Pada Gen Z yang banyak menghabiskan waktu di depan layar, kondisi ini bahkan bisa terasa lebih sering dan berdampak pada kualitas tidur.
3. Selalu Merasa Sangat Lelah
Jika tubuh terasa benar-benar lelah hingga sulit bergerak atau bahkan bangun dari tempat tidur, bisa jadi itu tanda burnout. Kondisi ini merupakan bentuk stres terkait pekerjaan atau aktivitas yang membuat seseorang merasa terkuras baik secara emosional maupun fisik. Banyak Gen Z yang juggling antara kerja, kuliah, side hustle, dan aktivitas sosial rentan mengalami kelelahan jenis ini.


