Zita Anjani Bagikan Bantuan Presiden untuk Korban Bencana di Sumatera


Oleh : Maria Hermina

HOLOPIS.COM, JAKARTA - Nama Zita Anjani menjadi sorotan usai aksinya saat membagikan bantuan Presiden kepada korban bencana alam di Sumatera Utara (Sumut) viral di media sosial.

Melalui akun instagram resmi miliknya, Zita mengunggah dokumentasi berupa foto dan video ketika dirinya bersama tim terjun langsung ke lokasi terdampak untuk membagikan bantuan dari Presiden RI Prabowo Subianto.

Zita terlihat menumpang pesawat Hercules milik TNI AU untuk mengawasi langsung pendistribusian sembako, termasuk 10 ton beras Bulog dan mi instan, ke Tapanuli Tengah dan Sibolga.

Pesawat tersebut juga mengangkut sejumlah kebutuhan dasar, seperti alat kesehatan hingga perlengkapan anak.

Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata itu menyebut, tujuan utama dirinya terjun langsung ke lokasi terdampak adalah ingin memastikan bahwa bantuan tersalurkan dengan baik, dan tepat sasaran bagi para korban bencana ekstrem di Sumatera akhir-akhir ini.

“Turun ke lokasi, saya hanya punya satu tujuan: memastikan bantuan Presiden Prabowo benar-benar tiba di tangan warga yang paling membutuhkan,” tulis Zita seperti dikutip Holopis.com, Kamis (4/11/2025).

Zita berharap, kehadirannya bersama tim serta uluran bantuan dari Presiden Prabowo dapat memberikan sentuhan kasih dan penguat bagi masyarakat terdampak, serta menjadi pengingat bahwa masyarakat terdampak tidak ditinggalkan.

“Di tengah segala keterbatasan, saya ingin mereka merasakan sesuatu yang sederhana namun penting, bahwa mereka tidak pernah ditinggalkan,” tulisnya.

Putri dari Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan ini menyebut situasi di wilayah terdampak benar-benar membutuhkan perhatian. Ia menyebut, banyak rumah rusak, jalanan tertutup longsor, dan yang paling menyesakkan adalah menyaksikan warga terpaksa harus mengungsi sembari menunggu kabar baik.

“Dari atas, saya melihat rumah-rumah terisolasi sepenuhnya, jalur darat hilang tertutup longsor, dan yang paling menyesakkan adalah melihat anak-anak sana yang seharusnya berlari bebas justru terperangkap menunggu kabar kapan kehidupan mereka dapat kembali normal,” ujarnya.

Tampilan Utama