Netflix Kucurkan Dana Kreatif, Siap Genjot Produser Film Indonesia

37 Shares

HOLOPIS.COM, DIY – Industri film Indonesia baru saja mendapatkan supercharge energi global. Di tengah hiruk pikuk Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) Market 2025, sebuah pena menorehkan babak baru yakni penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara raksasa streaming dunia, Netflix, dan Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI).

Disaksikan langsung oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, kesepakatan yang diteken di Jogja Expo Center (JEC) pada 1 Desember 2025 ini bukan sekadar janji di atas kertas. Ini adalah pintu tol cepat bagi talenta lokal untuk langsung tancap gas ke praktik kerja profesional dan, yang paling menarik, menggapai peluang akses pasar global.

- Advertisement -

“Netflix sudah menjadi bagian integral dari cerita perfilman dunia. Kerjasama ini adalah langkah strategis untuk memperkuat talenta Indonesia melalui pelatihan, kesempatan OJT, hingga akses langsung ke pendanaan kreatif,” tegas Wamen Ekraf Irene Umar.

Wamen Ekraf bahkan menyebut kolaborasi ini sebagai ‘mesin pertumbuhan baru’ yang akan mengakselerasi industri film. MoU dua tahun ini dirancang untuk memastikan manfaatnya terasa di seluruh rantai produksi, bukan hanya di level atas.

- Advertisement -

Direktur Kebijakan Publik Netflix Asia Tenggara, Ruben Hattari, yang mengaku melihat perkembangan pesat industri film di JAFF setiap tahun, menjabarkan empat pilar utama kolaborasi ini.

Pilar-pilar tersebut mencakup pengembangan kapasitas melalui penyediaan lokakarya terkurasi untuk peningkatan keahlian teknis, dan penciptaan jalur karier profesional dengan program on-the-job training (OJT) bagi alumni terbaik untuk menjamin alih ilmu nyata di lapangan.

Selain itu, kolaborasi ini mendorong Dialog Ekosistem melalui keterlibatan aktif dalam diskusi industri dan isu regulasi guna menciptakan lingkungan produksi yang sehat, serta memberikan Akses Modal Kreatif dengan membuka peluang bagi sineas yang kurang terwakili (underrepresented) untuk mengakses Netflix Fund for Creative Equity.

Ketua APROFI, Edwin Nazir, menyambut baik langkah ini, mengingat kolaborasi sebelumnya seperti workshop keselamatan kerja yang telah menghasilkan dampak positif yang signifikan.

“Program ini kami rancang agar manfaatnya menjangkau lebih banyak pembuat film dan mendorong profesionalisme di seluruh rantai produksi,” jelas Edwin, menandakan fokus kemitraan ini adalah pada kualitas lingkungan kerja dan standar etika produksi.

Penandatanganan di JAFF Market 2025 ini secara efektif meluncurkan upaya yang lebih terarah untuk memompa darah segar ke ekosistem perfilman Indonesia. Inisiatif ini diharapkan menjadi fondasi bagi sebuah industri yang lebih sehat, inklusif, dan, yang paling penting, siap bertarung di panggung regional maupun global.

Dengan dukungan infrastruktur Netflix dan roadmap pengembangan APROFI, era baru sinema Indonesia yang mendunia tampaknya bukan lagi impian, melainkan deadline produksi yang harus dikejar.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
37 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru