Sabtu, 21 Feb 2026
BREAKING
Sabtu, 21 Feb 2026
MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

GNB Nilai Bencana Alam Sumatra Akibat Ulah Serakah Manusia

41 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sejumlah tokoh lintas agama yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa (GNB) menyampaikan rasa duka mendalam atas kasus bencana alam tanah longsor dan banjir bandang yang terjadi kawasan Pulau Sumatra pada akhir November kemarin.

Di mana data korban di Provinsi Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat mencapai ribuan orang. Di mana korban meninggal 744 orang, korban hilang 551 orang, korban terluka 2.600 orang. Sementara Jumlah terdampak 3,3 juta orang dan yang mengungsi diperkirakan 1,1 juta orang. Data ini berdasarkan rilis BNPB per 2 Desember 2025 pukul 23.28 WIB.

- Advertisement -

“Gerakan Nurani Bangsa menyampaikan duka cita mendalam kepada semua korban jiwa dan bersimpati kepada semua yang terdampak akibat banjir dan tanah longsor dahyat di berbagai wilayah Sumatra tersebut,” tulis rilis bersama GNB seperti yang diterima Holopis.com, Kamis (4/12/2025).

Atas tragedi ekologis tersebut, GNB mengajak semua pihak untuk merefleksikan sesuatu yang sangat fundamental, yakni bersama-sama menjaga kelestarian alam dengan sangat baik.

- Advertisement -

“Kekayaan alam Indonesia adalah anugerah Tuhan yang harus dikelola dan dimanfaatkan secara arif dan bijaksana, demi kebutuhan yang ada saat ini maupun kepentingan generasi mendatang,” jelas mereka.

Hal ini sangat penting karena bencana alam yang terjadi rerata merupakan efek samping dari ulah nyata manusia, di mana mereka tidak mau menjaga kelestarian alam dan malah melakukan tindakan yang cenderung eksploitatif.

“Bencana yang terjadi merupakan cerminan atas kebodohan, ketidakpedulian dan keserakahan manusia terhadap kelestarian alam,” lanjutnya.

Sementara jika melihat dari skala kerusakan dalam bencana alam yang terjadi, khususnya di Provinsi Aceh, Sumut, dan Sumbar, jelas efek samping dari kerusakan alam tidak bisa dipandang sebelah mata. Di mana banyak orang tidak menikmati aktivitas eksplorasi dan eksploitasi alam malah merasakan kehilangan harta benda, kehilangan sanak saudara, rumah dan tempat tinggal, bahkan kehilangan nyawa.

Dari aspek penanganan dan penanggulangan bencana alam tersebut, Gerakan Nurani Bangsa mendesak kepada pemerintah untuk responsif serta cepat bergerak untuk membantu masyarakat yang terdampak.

“Gerakan Nurani Bangsa mendesak Negara untuk segera mengambil langkah cepat dan terintegrasi dalam penanganan darurat, serta memastikan setiap mereka yang terdampak tertangani secara paripurna,” tegasnya.

Selain itu, penanggulangan bencana alam ini sebaiknya ditetapkan dengan Bencana Nasional, sehingga proses penanganan dan penanggulangan dapat dilakukan secara terpusat.

“Patut dinyatakan sebagai Bencana Nasional, dan penanganannya harus dilakukan secara komprehensif dan terpusat. Mobilisasi sumber daya nasional harus segera dikerahkan secara maksimal di tengah keterbatasan sumber daya yang dimiliki pemerintah daerah,” tutur mereka.

Di samping itu, peran nyata pemerintah sebagai penyelenggara negara menjadi aspek yang sangat penting untuk dituntut perbaikan. Bagaimana negara harus melakukan penindakan kepada para pembalak liar, peninjauan dan penertiban kembali perizinan tentang konsesi lahan hingga pertambangan.

“Pemerintah juga perlu memperketat kebijakan maupun peraturan yang berkaitan dengan kelestarian lingkungan hidup, karena bencana tersebut tidak mustahil akibat pelanggaran tentang ketentuan lingkungan hidup yang didorong oleh keserakahan manusia,” tegas mereka lagi.

Lebih lanjut, Gerakan Nurani Bangsa juga mengajak semua masyarakat Indonesia untuk saling bahu membahu dan gotong royong dalam membantu penanggulangan bencana di Aceh, Sumatra Utara dan Provinsi Sumatra Barat.

“Gerakan Nurani Bangsa juga menghimbau kepada seluruh warga negara Indonesia untuk melakukan solidaritas kemanusiaan. Aksi – aksi nyata untuk meringankan beban mereka yang terdampak dan meneguhkan persatuan sesama anak bangsa,” serunya.

Sekadar diketahui, Gerakan Nurani Bangsa (GNB) adalah paguyuban yang dibentuk oleh para tokoh dan cendekiawan lintas agama, antara lain ; Ibu Nyai Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Prof. Dr. M. Quraish Shihab, KH. Ahmad Mustofa
Bisri, Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo, Omi Komariah Nurcholish Madjid, Romo Frans MagnizSuseno SJ, Prof. Dr. Amin Abdullah, Bhikkhu Pannyavaro Mahathera, Alissa Q Wahid, Lukman Hakim Saifuddin, Karlina Rohima Supelli, Pendeta Jacky Manuputty, Pendeta Gomar Gultom, Romo A Setyo Wibowo SJ, Erry Riyana Hardjapamekas, Eri Seda, Laode Moh Syarif, Makarim Wibisono, Komaruddin Hidayat, dan Slamet Rahardjo.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
41 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru