Menteri Hanif Tunjuk Hidung Perusahaan Jadi Biang Kerok Banjir di Sumut
HOLOPIS.COM, JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol mulai menyalahkan para perusahaan menjadi penyebab banjir di wilayah Sumatera Utara hingga menimbulkan banyak korban.
Dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI, Hanif pamer ke para anggota dewan bahwa pemerintah akan memanggil para pimpinan perusahaan yang sudah ditenggarai bertanggung jawab.
"Mulai hari Senin, seluruh pimpinan perusahaan yang diindikasikan berdasarkan kajian citra satelit berkontribusi menghadirkan log-log pada banjir tersebut, kami akan undang untuk dilakukan proses-proses penjelasan kepada Deputi Gakkum," kata Hanif dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Rabu (3/12).
"Dan kami akan segera memulai langkah-langkah penyelidikan terkait dengan kasus ini," imbuhnya.
Hanif juga menyoroti persetujuan izin dan rehabilitasi ekosistem. Oleh karena itu, dia pun sesumbar bakal ada penegakan hukum atas dugaan pengrusakan lingkungan yang menjadi penyebab banjir di Sumatera Utara.
"Intinya ada penegakan hukum, kemudian penyelarasan RTRW (rencana tata ruang wilayah), kemudian pengendalian izin, rehabilitasi ekosistem, dan integrasi mitigasi aksi iklim dalam penataan ruang," jelasnya.
Selain itu, dalam momen tersebut Hanif memanfaatkan untuk menyampaikan pihaknya telah mulai mengevaluasi seluruh persetujuan lingkungan di Batang Toru sejak hari ini.
"Mulai hari ini, persetujuan lingkungan telah kami lakukan evaluasi pada seluruh unit yang ada di Batang Toru, terutama terkait dengan kapasitas lingkungannya," ucapnya.
Tindakan ini sendiri diklaim Hanif bukan hanya sekadar isapan jempol dan berujung masuk angin. Hanif menjanjikan hukuman berat sudah menanti para pemilik perusahaan yang turut andil menyebabkan kerusakan lingkungan.
"Tentu korban yang cukup banyak, tidak boleh kita memberikan dispensasi-dispensasi ke dalam kasus ini. Hukum harus ditegakkan, korban sudah cukup banyak," tutupnya.