Garin Nugroho Terima Bintang Seni Prancis di JAFF

8 Shares

HOLOPIS.COM, DIY – Institut Français Indonesia (IFI) Yogyakarta disulap menjadi panggung diplomasi kreatif dan perayaan sinema pada Senin malam (1/12/2025). Dalam bingkai Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) Market 2025, acara bertajuk “French Night” ini tidak hanya merayakan kolaborasi budaya Indonesia–Prancis, tetapi juga mengukuhkan tonggak estafet sinema.

Malam itu menjadi saksi dianugerahkannya gelar bergengsi Officier des Arts et Lettres kepada sutradara legendaris, Garin Nugroho. Suasana kental perayaan menyelimuti IFI. Namun, sorotan utama bukan sekadar pesta, melainkan pengakuan terhadap sinema Indonesia dan komitmen untuk masa depannya.

- Advertisement -

Puncak emosional malam itu adalah ketika Garin Nugroho, founder JAFF sekaligus maestro film Indonesia, menerima penghargaan tertinggi dari Pemerintah Prancis. H.E. Fabien Penone, Duta Besar Perancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN, menyampaikan langsung apresiasi atas kontribusi luar biasa Garin terhadap sinema kedua negara.

Garin Nugroho, dalam pidato penerimaannya, menanggapi dengan kerendahan hati. “Ini bukan privilese pribadi semata. Ini adalah perayaan bersama bagi sinema Indonesia, JAFF, dan bahkan Asia. Penghargaan ini milik ekosistem film yang luar biasa yang terus mendukung karier saya,” katanya, lantas menaruh kepercayaan penuh pada generasi penerusnya.

- Advertisement -

Inti dari Malam Prancis ini adalah komitmen konkrit pada regenerasi. Indonesia–France Film Lab x MTN (Manajemen Talenta Nasional) Lab menjadi fokus utama, sebuah lokakarya intensif yang mempertemukan sepuluh proyek film terpilih dengan mentor profesional dari kedua negara.

Sepuluh proyek menjanjikan tersebut termasuk judul-judul puitis seperti A Mother’s Niqab, The First Journey of Grief, dan What to Wear for My Own Funeral menjalani sesi mentorship profesional, pelatihan penulisan naskah, hingga pendampingan pengembangan proyek.

Duta Besar Penone berharap program ini akan membuka lebar peluang koproduksi dan memperkuat hubungan bilateral, melampaui batas-batas layar bioskop.

Malam ditutup dengan sesi networking industri yang meriah dan pertunjukan musik yang energik dari Papua, sebuah isyarat nyata bahwa ekosistem sinema Indonesia tidak hanya beragam secara tematik, tetapi juga kaya akan talenta dari Sabang hingga Merauke.

Sementara keriuhan French Night berakhir, festival utama JAFF sendiri masih akan berlangsung hingga 6 Desember 2025, memastikan sinema Asia terus berdenyut di Kota Pelajar.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
8 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru