IHSG Hari Ini Diramal Konsolidasi, Cek Proyeksi Saham yang Bakal Raup Cuan

8 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG hari ini berpotensi konsolidasi, setelah ditutup berada di zona hijau pada perdagangan Senin (1/12/2025) kemarin.

Analis Phintaco Sekuritas memprediksi indeks harga saham nasional pada hari ini, Selasa (2/12/2025), akan bertengger di level 8.600, dengan level pivot di 8.550 dan support di level 8.500.

- Advertisement -

Secara teknikal, analis dari perusahaan efek tersebut melihat terjadinya penyempitan histogram positif MACD dan Stochastic RSI mengarah ke area oversold.

“Sehingga IHSG diperkirakan masih akan bergerak konsolidasi pada kisaran 8500-8600,” tulis Analis Phintraco Sekuritas dalam laporan riset harian, dikutip Holopis.com.

- Advertisement -

Pada hari ini, menurut analis, pelaku pasar modal akan mencermati data consumer confidence Jepang, yang diperkirakan naik pada level 36.1 di November 2025, dari yang sebelumnya berada di level 35.8 pada Oktober 2025.

Dari kawasan Eropa, pelaku pasar juga akan memperhatikan data inflasi bulan November 2025 yang akan dirilis pada hari ini. Berdasarkan prediksi analis, inflasi Eropa akan stabil di level 2.1 persen secara tahunan (YoY).

Pergerakan IHSG Kemarin

Sebagaimana diketahui, IHSG pada perdagangan kemarin ditutup menguat 0,47 persen ke level 8,548.79. Saham sektor consumer cyclical membukukan penguatan terbesar. Namun sebaliknya, saham sektor properti justru mencatatkan koreksi terbesar.

Adapun pada perdagangan kemarin, investor mencerna sejumlah data ekonomi domestik yang dirilis, diantaranya Indeks Manufacturing PMI bulan November 2025 yang naik ke level 53,3, dari periode bulan sebelumnya yang berada di level 51,2.

Angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak Februari 2025, setelah empat bulan berturut-turut berada di area ekspansi.

Di saat bersamaan, Badan Pusat Statistik (BPS) juga merilis data neraca perdagangan barang Indonesia yang kembali mencatatkan surplus pada Oktober 2025, sebesar US$2.4 miliar. Hasil ini memperpanjang tren surplus yang berhasil dibukukan selama 66 bulan berturut-turut.

Namun besaran surplus neraca dagang pada periode November cenderung lebih kecil dari periode September 2025 yang sebesar US$4.34 miliar, dan merupakan surplus paling kecil sejak April 2025.

Penurunan surplus ini disebabkan oleh turunnya ekspor sebesar 2.31 persen YoY, dan merupakan penurunan pertama sejak Maret 2024, karena lambatnya permintaan dari AS dan Tiongkok, serta penurunan permintaan dari Jepang dan India.

Sementara itu, inflasi November 2025 melambat menjadi 0.17 persen MoM dari 0.28 persen MoM, sehingga secara tahunan laju inflasi November 2025 juga melambat menjadi 2.72 persen YoY, dari 2.86 persen YoY di Oktober 2025.

Indeks di bursa Asia juga ditutup mixed pada perdagangan Senin (1/12) kemarin, akibat data manufaktur PMI Tiongkok yang mengalami kontraksi pada level 49,9 di bulan November 2025, dari 50,6 di Oktober 2025.

Rekomendasi Saham Cuan Hari Ini

Adapun pada perdagangan hari ini, analis Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham potensial, diantaranya:

  • PT Indika Energy Tbk (INDY)
  • PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)
  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
  • PT Harum Energy Tbk (HRUM)
  • PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)

Disclaimer: Artikel ini disusun berdasarkan pandangan analis. Informasi ini bukan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
8 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru