HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melepas sekitar 40 ton bantuan logistik untuk para korban bencana di Sumatera.
Bantuan logistik tersebut berupa bantuan pangan, minuman, serta perlengkapan kesehatan.
“Bantuan ini ditujukan untuk membantu para korban bencana di Sumatera,” ujarnya di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, dikutip Holopis.com, Selasa (2/12/2025).
Airlangga menuturkan, bantuan kemanusiaan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kemenko Perekonomian dengan berbagai unsur masyarakat, termasuk GAPMMI, API, APRINDO, Astra, Yayasan Matauli, serta sejumlah perusahaan.
Dalam kesempatan tersebut, Airlangga atas nama pemerintah, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah yang menelan ratusan korban.
“Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, memberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan bagi seluruh keluarga dan masyarakat terdampak,” ungkapnya.
Dia menegaskan, Presiden Prabowo Subianto meminta institusi pemerintah bersama segenap elemen bangsa agar bergerak cepat dan melakukan koordinasi, khususnya untuk tahap tanggap darurat.
Langkah tersebut meliputi evakuasi, penyediaan logistik, bantuan kesehatan, serta percepatan pemulihan infrastruktur, akses transportasi, dan jaringan komunikasi.
“Langkah ini dilakukan sebagai respon cepat dan tepat, bantuan tiba tepat waktu dan menjangkau seluruh wilayah yang terdampak,” tandasnya.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban meninggal bencana banjir dan longsor di Sumatera tercatat mencapai 604 jiwa.
Angka 604 korban jiwa itu berdasarkan data Dashboard BNPB terkait penanganan darurat banjir dan longsor Sumatera 2025 yang dipantau pada Senin malam (1/12/2025), pukul 21.25 WIB.
Sebanyak 604 korban jiwa berasal dari tiga provinsi terdampak bencana yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dari data itu, tercantum Sumatera Utara terbanyak dengan korban jiwa di angka 283. Lalu, Sumatera Barat 165 jiwa, dan Aceh 156 jiwa.
Pun, untuk data korban hilang juga bertambah menjadi 464 jiwa dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Rinciannya di Aceh ada 181 jiwa masih hilang, Sumatera Utara 169 jiwa, Sumatera Barat 114 jiwa.
Kemudian, BNPB juga mencatat ada lebih 570 ribu jiwa dari tiga provinsi yang mengungsi imbas bencana besar itu. Aceh dengan provinsi terbanyak warganya yang terdampak dan mesti mengungsi dengan 479 ribu jiwa. Lalu, Sumatera Barat 41,8 ribu, dan Sumatera Utara 49,6 ribu.

