Pemerintah Gerak Cepat, MPR Harap Tak Lagi Ada Kasus Penjarahan

9 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ketua MPR Ahmad Muzani angkat suara terkait laporan aksi penjarahan yang terjadi di beberapa titik wilayah terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara (Sumut).

Ia berharap, situasi di lapangan tidak semakin keruh dengan adanya aksi penjarahan, terlebih pemerintah saat ini sedang mengerahkan seluruh daya untuk mempercepat penanganan.

- Advertisement -Hosting Terbaik

Muzani menegaskan pemerintah, baik pusat maupun daerah, sudah bergerak cepat memenuhi kebutuhan para penyintas bencana. Percepatan distribusi bantuan terus dilakukan agar warga di tenda-tenda pengungsian bisa segera mendapatkan dukungan logistik yang memadai.

“Karena pemerintah sedang melakukan tindakan-tindakan cepat untuk segera memenuhi kebutuhan saudara-saudara kita, sahabat-sahabat kita yang sekarang ini mengalami musibah, termasuk di tenda-tenda pengungsian,” ujar Muzani, dikutip Holopis.com, Senin (1/12/2025).

- Advertisement -

Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra itu juga menanggapi narasi yang menyebut aksi penjarahan dilatarbelakangi kelaparan dan keterlambatan bantuan.

Menurutnya, aparat TNI-Polri bersama BNPB terus berjibaku memastikan bantuan logistik menjangkau masyarakat secepat mungkin.

“Mudah-mudahan tindakan yang cepat dari aparat kepolisian, TNI, dan BNPB bisa cepat memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan oleh masyarakat, sehingga apa yang diberitakan itu bisa cepat dicegah,” lanjutnya.

Sebelumnya, aksi penjarahan sempat viral di media sosial. Insiden tersebut terjadi di Gudang Bulog Sarudik pada Sabtu (29/11/2025) sore, kemudian berlanjut ke sebuah minimarket di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Saat ini, warga terdampak telah menempati lokasi pengungsian yang tersebar di beberapa titik.

Berdasarkan data BNPB, sebanyak 3.600 jiwa mengungsi di Tapanuli Utara, 1.659 jiwa di Tapanuli Tengah, 4.661 jiwa di Tapanuli Selatan, 4.456 jiwa di Kota Sibolga, 2.200 jiwa di Humbang Hasundutan, dan 1.378 jiwa di Mandailing Natal.

Adapun korban meninggal dunia akibat bencana alam di Pulau Sumatera terus bertambah, dimana jumlahnya kini telah mencapai ratusan korban jiwa.

“Berdasarkan data sementara, total korban meninggal dunia mencapai 442 jiwa, dan 402 jiwa masih dinyatakan hilang,” kata Kepala BNPB, Suharyanto, Senin (1/12/2025).

Untuk di Sumatera Utara tercatat 217 jiwa meninggal dunia, setelah tim pencarian dan pertolongan (Search and Rescue-SAR) kembali menemukan korban yang kemarin dinyatakan hilang.

Korban meninggal dunia ini tersebar di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Pakpak Barat, Kota Padang Sidempuan, Deli Serdang, dan Nias.

Kemudian untuk korban hilang juga mengalami peningkatan menjadi 209 orang setelah banyak yang melaporkan kehilangan keluarga kepada petugas di tiap-tiap posko daerah.

“Korban jiwa untuk Sumatra Utara 217 yang meninggal dunia kemudian 209 yang masih hilang,” imbuhnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
9 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis