HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio menyampaikan bahwa pembicaraan selama hampir empat jam dengan delegasi Ukraina di Florida pada Minggu (30/11) menghasilkan kemajuan tambahan dalam rencana perdamaian yang telah diperbarui. Namun, ia menegaskan bahwa proses menuju penyelesaian konflik Ukraina masih panjang.
“Ini hal yang pelik, ini rumit,” ujar Rubio kepada para wartawan seusai pertemuan, dikutip Holopis.com, Senin (1/12).
“Ada banyak bagian yang terus bergerak, dan jelas ada pihak lain yang terlibat di sini yang harus menjadi bagian dari proses,” lanjutnya.
Rubio menambahkan bahwa tujuan AS bukan semata mengakhiri perang, tetapi juga memastikan keamanan jangka panjang bagi Ukraina.
Delegasi Ukraina Sebut Pembicaraan Sulit Namun Produktif
Rustem Umerov, Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina, menggambarkan diskusi tersebut sebagai pertemuan “sulit tetapi produktif.” Ia menyatakan bahwa kedua pihak telah mencapai kemajuan nyata menuju terciptanya perdamaian yang adil.
Pertemuan itu ia sebut berarti dan sukses, seraya menambahkan bahwa pekerjaan lanjutan masih diperlukan dan konsultasi antara kedua pihak akan terus digencarkan untuk menyusun langkah berikutnya.
Pertemuan Digelar di Florida dan Hadirkan Pejabat Tambahan AS
Putaran pembicaraan terbaru berlangsung di Hallandale Beach, Florida, pada Minggu. Rubio dan Umerov tidak memberikan keterangan tambahan ketika dimintai komentar setelah pertemuan.
Utusan khusus Presiden AS, Steve Witkoff, serta menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner, turut hadir dalam pertemuan tersebut. Keduanya dijadwalkan bertolak ke Moskow pada Senin (1/12) untuk melanjutkan diskusi, sebagaimana dilaporkan Wall Street Journal.

