HOLOPIS.COM, JAKARTA – Setelah banjir besar menerjang beberapa titik di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat, dampaknya masih dirasakan oleh masyarakat hingga saat ini. Setelah bantuan dianggap lamban datang secara merata, dan penanganan yang tak maksimal, masyarakat pun diduga merasa khawatir dan melakukan panic buying.
Seorang warga Medan bernama Nur (34) mengatakan bahwa ia kesulitan belanja makanan baik di pasar atau pun di supermarket. Sampai-sampai ia khawatir bagaimana keluarganya bisa makan untuk beberapa hari ke depan.
“Ayam ludes semua di supermarket dan pasar, bisa – bisa kami nggak makan,” kata Nur kepada tim Holopis.com, Minggu (30/11).
Tak hanya sekadar kehabisan ayam, bahkan mencari lauk yang sederhana seperti tahu dan tempe pun sulit ditemukan.
“Jangankan ayam, tahu sama tempe juga tidak ada,” lanjutnya.
Tak hanya kehabisan makanan, Nur juga mengungkapkan beberapa warga Medan juga kekurangan pasokan bahan bakar minyak. Tak hanya memenuhi pom bensin, warga Medan bahkan menunggu di lokasi sampai pasokan bensin diantarkan.
“Tadi saya pikir sudah selesai rebutan minyak (sebutan warga Medan untuk bensin), ternyata ditunggu sampai minyak datang,” lanjutnya.
Sementara itu seperti yang diberitakan Holopis.com sebelumnya, bala bantuan sudah dikirimkan ke Sumatra untuk warga yang terdampak banjir. Pemberian bantuan berupa beras dan minyak goreng ini merupakan pemerintah terhadap situasi darurat yang melanda tiga provinsi tersebut.
“Ini saudara kita di Sumatera Barat. Sumatera Utara, Aceh ada bencana banjir. Pemerintah akan mengirim bantuan (beras dan minyak goreng),” ujar Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.


