Yogyakarta Jadi Tuan Rumah Festival Dokumenter Paling Berpengaruh

22 Shares

HOLOPIS.COM, YOGYAKARTA Bagi para pelancong yang mencari lebih dari sekadar pemandangan, tetapi juga kedalaman kisah dan budaya, Yogyakarta menawarkan destinasi wajib di akhir tahun yaitu Festival Film Dokumenter (FFD) 2025. Memasuki edisi ke-24, festival ini bukan hanya ajang tontonan, melainkan sebuah gerbang untuk benar-benar memahami lanskap sosial, alam, dan kreativitas Indonesia.

Dari 21 hingga 28 November 2025, jantung seni kota, Langgeng Art Foundation, akan bertransformasi menjadi pusat pertemuan sineas, akademisi, dan masyarakat dari berbagai penjuru.

- Advertisement -

FFD 2025, yang dikenal sebagai salah satu festival dokumenter tertua dan paling konsisten di Indonesia, mengangkat tema besar yang merayakan keberagaman perspektif dan relevansi narasi nyata dalam masyarakat.

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf/Badan Ekraf) secara resmi mendukung FFD, menegaskan peran dokumenter sebagai medium strategis untuk memperkuat literasi publik. Ini berarti pengunjung tidak hanya akan menikmati film, tetapi juga rangkaian program yang intensif.

- Advertisement -

Bagi wisatawan, ini adalah kesempatan unik untuk terlibat dalam forum diskusi mendalam, lokakarya kreatif, dan sesi jejaring yang jarang tersedia di agenda wisata biasa. Anda bisa berdialog langsung dengan kreator tentang isu-isu terkini, mulai dari keberlanjutan lingkungan hingga warisan budaya lokal.

FFD 2025 adalah alasan sempurna untuk menjelajahi Yogyakarta. Selain pemutaran film utama di Langgeng Art Foundation, semangat festival ini merembes ke seluruh ekosistem kota. Pengunjung diajak untuk menjadi bagian dari kultur menonton yang kritis, memperluas wawasan, dan menyaksikan langsung bagaimana talenta baru perfilman Indonesia lahir dan berkembang.

Deputi Bidang Kreativitas Media, Agustini Rahayu, menekankan bahwa festival seperti ini berperan penting dalam membantu daerah tumbuh menjadi pusat kreativitas.

“FFD memberikan kontribusi fundamental dalam membangun kultur menonton yang kritis, membuka ruang bagi sineas muda untuk bereksperimen, dan pada akhirnya, menciptakan peluang ekonomi baru bagi kota ini,” jelas Deputi Agustini.

Dengan dukungan pemerintah untuk memperkuat rantai nilai dokumenter, termasuk perluasan distribusi ke platform digital, FFD memastikan bahwa kisah-kisah yang Anda saksikan di Yogyakarta memiliki dampak global.

Jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari perayaan pengetahuan dan seni visual ini. Rasakan denyut nadi kreativitas yang sesungguhnya dan bawa pulang suvenir paling berharga: wawasan kritis dan perspektif baru tentang Indonesia.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
22 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

holopis