HOLOPIS.COM, JAKARTA – Gula selalu hadir di hampir setiap makanan dan minuman yang kita konsumsi, mulai dari kopi susu kekinian, es krim, kue, hingga saus-sausan yang tampaknya “tidak manis tapi manis.”
Tubuh memang membutuhkan gula sebagai sumber energi, namun seperti banyak hal lain dalam hidup, yang berlebihan selalu membawa masalah.
Dan masalah yang satu ini bukan sekadar naik berat badan. Kita bicara tentang penyakit jangka panjang yang bisa mengubah hidup seseorang selamanya.
Kenapa Gula Berlebihan Berbahaya?
Secara alami, gula tidak jahat. Yang membuatnya berbahaya adalah jumlahnya dan bagaimana tubuh kita memproses kelebihan tersebut.
Produk manis dibuat semenarik mungkin, mulai dari warna mencolok, topping melimpah, kemasan cantik, semua dirancang agar kita tergoda.
Pada akhirnya, kita bisa terjebak dalam konsumsi berlebih tanpa sadar.
Saat tubuh menerima gula terlalu banyak, proses metabolisme mulai kewalahan. Dari sinilah ancaman besar bermula.
Gula tetap dibutuhkan tubuh. Menghilangkan gula sepenuhnya bukan solusi dan bisa menyebabkan kekurangan nutrisi.
Namun, kita bisa mengganti gula tambahan dengan gula alami dari buah dan sayur yang jauh lebih aman dan sehat.
Analogi sederhananya begini: air itu aman, tapi air mendidih bisa melukai. Gula pun sama, yang berbahaya bukan zatnya, tapi kondisi ketika tubuh kewalahan mengelolanya.
Bahaya Kesehatan yang Mengintai
Dua penyakit besar yang paling sering dikaitkan dengan konsumsi gula berlebihan adalah:
1. Obesitas
Menurut ayosehat.kemkes.go.id, obesitas adalah kondisi penumpukan lemak berlebih yang meningkatkan berat badan secara signifikan.
Gula bukan satu-satunya penyebab obesitas, tetapi konsumsi gula berlebih adalah salah satu pemicu utamanya.
Analoginya seperti pepatah “all roads lead to Rome”, ada banyak jalan menuju obesitas, tapi tidak ada satu pun jalan yang aman.
2. Diabetes
Inilah penyakit yang paling menakutkan bila sudah berkaitan dengan gula. Diabetes membuat tubuh tidak mampu menggunakan insulin secara efektif sehingga kadar gula darah terus meningkat.
Konsekuensi medisnya serius:


