Wamendag Roro Dorong Hilirisasi Kakao Indonesia ke Pasar Ekspor Internasional

8 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri mengajak para pelaku usaha komoditas kakao untuk memperkuat hilirisasi produk guna meningkatkan nilai tambah serta memperluas peluang ekspor.

Ia menegaskan bahwa hilirisasi merupakan langkah strategis untuk menarik minat pasar global sekaligus menjaga harga jual kakao Indonesia tetap kompetitif.

- Advertisement -

Menurut Wamendag Roro, upaya hilirisasi juga selaras dengan arahan Presiden Prabowo yang mendorong peningkatan nilai produk lokal di berbagai sektor.

“Indonesia sudah mengekspor kakao dalam bentuk yang berbeda-beda, ada yang diekspor dalam bentuk biji dan ada yang sudah melalui proses hilirisasi. Yang kita lihat di sini, kakao telah mengalami pemrosesan menjadi cokelat yang kemudian dikemas dengan bagus sehingga berdaya saing,” ujar Wamendag Roro dalam keterangan Pers yang diterima Holopis.com, Senin (24/11/2025).

- Advertisement -

“Perlu digarisbawahi bahwa sebetulnya hilirisasi tidak harus di industri skala besar, tapi juga bisa di lingkup usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Inilah yang pemerintah akan dorong dan fasilitasi,” sambungnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor kakao, kakao olahan, serta makanan berbahan dasar kakao mencatat pertumbuhan positif sebesar 16,20 persen pada periode 2021-2024. Tren ini semakin menguat pada Januari-September 2025, dengan nilai ekspor mencapai USD 2,8 miliar, melonjak 68,75 persen dibandingkan periode sama pada 2024 yang hanya USD 1,6 miliar.

Peningkatan ini menunjukkan bahwa permintaan global terhadap kakao dan produk turunannya terus meningkat, terutama untuk produk yang telah melalui proses pengolahan.

Kemendag Siapkan Fasilitasi Akses Pasar Internasional

Untuk memperluas pasar, Wamendag Roro menyampaikan bahwa Kementerian Perdagangan menyediakan berbagai program pendukung yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha, terutama UMKM.

Ia mendorong pemanfaatan sejumlah perjanjian dagang seperti Indonesia-Peru CEPA, Indonesia-Canada CEPA, serta Indonesia-Uni Eropa CEPA yang tengah difinalisasi.

“Pasar-pasar ini menjanjikan, khususnya Eropa karena permintaannya terus tumbuh. Pasarnya sangat menekankan aspek keberlanjutan, mereka suka produk yang orientasinya ramah lingkungan, baik untuk kesehatan, dan produk organik,” tegas Wamendag.

“Tapi selepas itu juga jangan dilupakan pasar-pasar yang dekat dengan kita, seperti ASEAN. Kami akan coba sambungkan dengan beberapa perwakilan perdagangan kita di 33 negara yang siap membantu,” lanjurnya.

Dengan dukungan regulasi, perjanjian dagang, dan penguatan hilirisasi, pemerintah berharap komoditas kakao Indonesia dapat semakin kompetitif dan memberi manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani dan pelaku usaha nasional.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
8 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru