Banjir Kepung Kabupaten Padang Pariaman
HOLOPIS.COM, JAKARTA - Bencana banjir dengan ketinggian bervariasi merendam ribuan rumah warga yang ada di Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak beberapa hari lalu menjadikan sejumlah wilayah di Kabupaten Padang Pariaman pada Minggu (23/11) menjadi banjir.
"Kondisi itu menyebabkan debit air sejumlah sungai meluap. Luapan air menggenangi permukiman warga di beberapa kecamatan dan nagari di Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat," kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Senin (24/11).
Abdul menjelaskan bahwa setidaknya ada sebanyak 4 sungai yang meluap yakni, Sungai Batang Anai, Batang Ulakan, Batang Lubuak dan Batang Kamumuan yang berdampak pada tujuh kecamatan dan 14 nagari.
"Tercatat sebanyak 608 KK atau 1.824 jiwa terdampak, dengan laporan sementara dua warga mengalami luka ringan serta seluruh warga terdampak telah dievakuasi secara mandiri maupun oleh tim gabungan," ujarnya.
"Tidak ada laporan korban jiwa hingga saat ini," imbuhnya.
Sementara itu, kerugian materiil akibat banjir meliputi 608 unit rumah terendam, dua unit rumah rusak, lahan pertanian seluas 108,5 ha, dua akses jalan rusak termasuk jalan depan RSUD Padang Pariaman.
"Dua jembatan rusak, satu unit bendungan rusak, dua unit saluran irigasi rusak, satu unit fasilitas pendidikan terdampak, serta dua titik badan jalan tertimbun longsoran tebing di Korong Asam Pulau Nagari Anduriang dan di Nagari Sikucua Barat," jelasnya.
Situasi per Senin (24/11) dilaporkan hujan masih turun. Air yang sempat surut pada Minggu (23/11) malam kembali naik. Tinggi muka air rata-rata antara 30-150 sentimeter.
Sementara itu, hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan debit air sungai meluap ke permukiman warga di Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Hal ini diperparah dengan pendangkalan sungai tersebut.
"Tiga kecamatan terdampak adalah Kecamatan Tanjung Raya, Banuhampu, dan Palupuah. Sebanyak 40 KK terdampak. Sembilan warga sempat terjebak banjir namun sudah berhasil dievakuasi," jelasnya.
Abdul mengatakan bahwa akibat dari peristiwa ini 33 unit rumah terdampak, 8 hektar lahan persawahan terdampak, 3 kolam renang terdampak, 3 saung kolam renang rusak, 1 unit kafe terdampak, 3 akses jalan terdampak, serta terputusnya akses air bersih.
Abdul kemudian mengimbau masyarakat tetap waspada, menghindari tepi sungai, mengikuti arahan pemerintah daerah, serta segera melapor apabila terjadi peningkatan debit air.
"Pemantauan kondisi cuaca perlu dilakukan secara berkala untuk mengurangi risiko tambahan, serta selalu memperbarui informasi terkait, lewat instansi resmi pemerintah," imbaunya.