- Palasik Kuduang, yaitu ilmu Palasik dengan wujud kepala terpisah yang terbang.
- Palasik Bangkai, yaitu ilmu Palasik dimana manusia biasa yang memiliki nafsu memakan bayi.
Dalam beberapa versi cerita, ilmu ini awalnya dipakai untuk bertahan hidup, misalnya menghisap butiran padi di sawah saat paceklik, tapi disalahgunakan oleh sebagian orang menjadi jahat dengan menghisap darah bayi sebagai lambang kelahiran kembali.
Untuk melindungi bayi dan janin dari gangguan Palasik, masyarakat Minangkabau telah menciptakan cara-cara untuk melindungi diri. Salah satu caranya adalah memasang jimat di tubuh bayi, seperti bawang putih atau merica, bahkan tulisan ayat suci Al-Qur’an, yang dibungkus kain hitam dan diletakkan di pinggang bayi. Keyakinan ini digenggam erat oleh ibu hamil atau orang tua balita, yang takut akan ancaman makhluk gaib ini.
Walaupun hingga kini keberadaan Palasik belum bisa dibuktikan secara ilmiah, kisahnya tetap hidup sebagai bagian dari warisan mistis Minangkabau.


