Alas Lali Jiwo, Portal Tersembunyi Makhluk Gaib

32 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Di balik rimbunnya hutan pinus di lereng Gunung Arjuno, terdapat sebuah lokasi yang sering dibisiki dalam legenda para pendaki: Alas Lali Jiwo. Nama “Lali Jiwo” sendiri berarti “lupa jiwa” dalam bahasa Jawa, tepat untuk hutan yang konon mampu mengaburkan kesadaran seseorang, seakan menjebak jiwa yang masuk ke dalam dunia lain.

Alas Lali Jiwo sendiri terletak di Gunung Arjuno, tepatnya setelah Pos 7 Jawadwipa mendekati Puncak Ogal Agil di Gunung Arjuno. Tempat ini tidak sekedar menjadi destinasi wisata yang menarik para pendaki karena keindahan alamnya, namun lebih jauh dari itu, misteri dan kisah-kisah mistis yang diwariskan dari generasi ke generasi soal Alas Lali Jiwo sendiri justru menjadi daya tarik utama bagi para pendaki untuk datang ke tempat ini.

- Advertisement -

Kawasan Alas Lali Jiwo ini dikenal dengan suasananya yang gelap, hening, berlapis kabut, dengan rimbunnya pepohonan yang seolah dapat menghipnotis setiap orang yang melewati area ini. Suasananya yang mencekam inilah seringkali dikaitkan dengan berbagai kisah mistis yang terjadi di area ini.

Konon katanya, kawasan ini dulunya merupakan tempat pertapaan bagi para leluhur yang ingin mencari ketenangan batin. Oleh karena itu, mereka yang datang kesini diharapkan mampu melepaskan ambisi, ego, dan rasa duniawi. Sebab jika tidak mereka akan tersesat secara fisik maupun batin, bahkan yang paling parah adalah kehilangan jati diri.

- Advertisement -

Selain itu mitos lainnya menyebutkan bahwa Alas Lali Jiwo merupakan medan perang kerajaan, dimana setiap prajurit yang kalah dalam medan perang akan melarikan diri ke dalam hutan ini. Mereka yang melarikan diri ke hutan ini disebutkan tidak pernah kembali, karena kehilangan arah. Oleh karena itu, kisah-kisah tersebut menjadi simbol mengapa tempat ini disebut sebagai ‘Lali Jiwo” yang berarti lupa jiwa.

Alas ini bukan sekadar jalur pendakian biasa. Menurut cerita, wilayah tersebut menjadi semacam portal gaib, tempat dimana makhluk-makhluk halus berkeliaran dan terkadang menyeberang ke alam manusia. Diamnya malam di hutan itu, ditambah deru angin di antara pepohonan tinggi, menciptakan nuansa yang sangat menakutkan bagi siapa saja yang berani melintasinya.

Banyak pendaki yang mengaku merasakan keberadaan entitas tak terlihat. Beberapa menyampaikan bahwa mereka mendengar bisikan samar dari balik pepohonan, merasakan hembusan dingin yang tiba-tiba, atau bahkan seperti diikuti oleh sosok gaib yang memantau langkah mereka. Di malam-malam tertentu, konon terdengar alunan gamelan dari arah hutan, suara dari arah portal gaib yang hanya bisa dirasakan oleh mereka yang cukup peka terhadap dunia supranatural.

Tak hanya itu, banyak laporan dari para pendaki yang menyebut kerap mengalami kejadian mistis aneh seperti melihat siluet hitam atau merah, mendengar suara-suara aneh, dan bahkan melihat beberapa pohon yang seolah bergerak padahal tidak ada angin disitu.

Beberapa pendaki yang kembali dari Alas Lali Jiwo menyebut bahwa suasana hutan itu terasa sangat menghipnotis. Terkadang, mereka yang lemah akan kembali dalam keadaan linglung, kehilangan konsentrasi, dan bahkan tidak sadar telah berputar-putar di jalur yang sama. Ada juga cerita mistis terkenal yang beredar di kalangan pendaki, yaitu seorang pendaki yang hilang sementara namun saat kembali, ia terlihat seperti orang yang linglung atau kehilangan kesadaran, seolah sebagian jiwanya masih tertinggal di sana.

Cerita-cerita mistis di Alas Lali Jiwo seolah enggan lepas dari luasnya hutan hijau yang memanjakan mata ini. Pasalnya, selain cerita mengenai seorang pendaki yang hilang sementara dan kembali dalam keadaan linglung, terdapat pula kisah lain dimana adanya penemuan jenazah pendaki yang hanya tersisa kerangka tubuhnya saja.

Menurut kepercayaan masyarakat setempat, makhluk gaib yang menjaga Alas Lali Jiwo bukanlah penghuni yang diam, sekedar melihat dan hidup di dunianya sendiri. Namun, mereka adalah makhluk gaib yang memperhatikan dan bahkan berinteraksi dengan manusia tanpa terlihat secara fisik.

Oleh karenanya, Alas Lali Jiwo dianggap sebagai tempat keramat, sehingga setiap orang yang masuk kesana tidak boleh bertindak semaunya, semena-mena, dan melakukan segala hal yang dianggap ceroboh, tidak sopan, atau mengganggu kehidupan mereka yang tidak terlihat oleh mata manusia.

Masyarakat lokal menyebut, bahwa setiap orang yang masuk kesana tidak boleh berkata kasar atau sombong dan harus selalu menjaga agar pikiran tetap jernih selama pendakian. Sebab, mereka yang datang tanpa rasa hormat akan mengalami malapetaka, merasakan energi mistis mengerikan yang tidak dapat dijelaskan secara logika.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
32 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru