HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kasus dugaan ijazah palsu Presiden RI ke-7 Joko Widodo atau Jokowi terus jadi sorotan. Polisi sudah menetapkan 8 orang sebagai tersangka dalam kasus ijazah Jokowi termasuk pemerhati telematika Roy Suryo.
Politikus Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin heran dengan kasus yang disindirnya seperti panggung sirkus ijazah. Didi heran karena Jokowi sebagai mantan RI-1 justru terkesan lebih sibuk menutup pertanyaan daripada membuka bukti.
Didi menyinggung Roy Suryo Cs yang statusnya tersangka sudah melakukan apa yang bisa dilakukan warga negara. Upaya itu dengan menelusuri arsip, memeriksa dokumen, menguji tanda tangan, menantang debat terbuka.
Menurut dia, upaya yang dilakukan Roy Suryo Cs sudah transparan. Tapi, ia malah bingung dengan respons pihak Jokowi.
“Tidak ada ijazah. Tidak ada dokumen. Tidak ada klarifikasi. Yang muncul hanya serangkaian laporan polisi—seolah hukum adalah palu untuk memukul rasa ingin tahu. Hukum jadi alat memenjarakan orang,” kata Didi, dalam keterangannya kepada awak media, Kamis, (20/11/2025).
Bagi Didi, kondisi itu ironi. Ia bilang seperti semakin pekat dengan menyindir Jokowi berlagak paling benar tanpa mau menunjukkan bukti paling dasar. “Di dunia hukum, bukti adalah pondasi. Tapi dalam drama ini, bukti justru menjadi hantu yang dijaga mati-matian,” tutur Didi.

Lebih lanjut, dia menyebut dalam kasus ijazah Jokowi ini bahwa hukum seperti pembuktian dibolak-balik. Kata Didi, rakyat yang bertanya malah dianggap bersalah.
“Sedangkan mantan penguasa yang harusnya membuktikan malah bersembunyi di balik aparat. Sungguh aneh,” sebut Didi.
Pun, Didi membandingkan dengan mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama soal kontroversi tempat kelahirannya. Presiden AS ke-44 itu dituding tak lahir di negeri Paman Sam.


