Kedua, pemerintah mengupayakan agar tidak ada makanan yang tersisa atau terbuang. Hal ini selaras dengan program Bappenas. “Ketiga, bagaimana meningkatkan peran masyarakat sekitar melalui program MBG,” imbuh Menteri Rachmat Pambudy.
Sementara itu, Kepala BGN Dadan Hindayana yang turut hadir dalam konferensi utama tersebut menekankan, bahwa MBG bukan sekadar strategi pembangunan sumber daya manusia (SDM), tetapi juga strategi penguatan ekosistem pangan nasional.
Pasalnya, program MBG melibatkan petani, nelayan, koperasi, pelaku UMKM, serta rantai pasok lokal. Kolaborasi sekolah, tenaga kesehatan, dan keluarga juga turut menentukan terciptanya lingkungan pendukung pemenuhan gizi anak.
“MBG bukan sekadar program penyediaan makanan bergizi, melainkan strategi jangka panjang untuk membangun generasi unggul yang akan menjadi fondasi Indonesia Emas 2045,” pungkas Kepala BGN Dadan.

