Rachmat Pambudy Tegaskan MBG Jadi Investasi Besar Cetak Generasi Indonesia Emas 2045

22 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan kembali pentingnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam mewujudkan visi besar bangsa Indonesia, yakni Indonesia Emas 2045.

Hal itu disampaikannya dalam Konferensi Utama Pembangunan Berkelanjutan 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas bersama Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta, Rabu (19/11/2025).

- Advertisement -Hosting Terbaik

Dalam sambutannya, Menteri Rachmat menegaskan bahwa MBG sebagai program prioritas nasional (PSN) nomor satu, diposisikan sebagai investasi multisektor untuk membangun generasi sehat, cerdas, dan produktif.

Dia menjelaskan, bahwa makanan bergizi yang disajikan dalam program MBG merupakan pilar pembangunan sumber daya manusia yang memberi dampak jangka panjang bagi kualitas generasi Indonesia.

- Advertisement -

“Terdapat sebuah ungkapan tell me what you eat and I will tell you who you are yang mengingatkan kita bahwa kualitas pertumbuhan generasi dipengaruhi oleh apa yang mereka makan,” ujarnya, dikutip dari siaran pers yang diterima Holopis.com, Kamis (20/11/2025).

Dia menekankan, bahwa makan bergizi, pendidikan, dan kesehatan harus dijalankan bersama-sama. Sebab kata dia, ketiganya merupakan kebutuhan dasar manusia yang wajib dipenuhi.

“Itulah fondasi pembangunan manusia yang akan menjadi program dasar kita selamanya,” tegas Menteri Rachmat.

Program MBG yang digagas langsung oleh Presiden Prabowo Subianto ini, lanjutnya, dirancang untuk memastikan pemenuhan gizi seimbang bagi anak sekolah, santri, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap makanan bergizi dengan pemenuhan 20–25 persen kebutuhan gizi harian melalui sarapan, dan 30–35 persen melalui makan siang berdasarkan standar Angka Kecukupan Gizi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Selain menjawab tantangan stunting, wasting, dan anemia, MBG juga memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pemberdayaan petani, nelayan, koperasi, UMKM, dan rantai pasok pangan di seluruh Indonesia.

Lebih lanjut, Menteri Rachmat membeberkan tiga prinsip utama dalam implementasi Program MBG. Pertama, yakni tentang sumber pangan untuk MBG yang harus berasal dari pangan yang dihasilkan wilayah sekitar.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
22 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis