HOLOPIS.COM, JAKARTA – Di Kota Bangkok, Thailand berdiri sebuah gedung megah pencakar langit bernama Sathorn Unique Tower. Gedung ini memiliki 49 lantai yang berdiri megah di kawasan Charoen Krung, Bangkok dengan gaya arsitektur Yunani-Romawi yang terlihat jelas dari pilar-pilarnya yang besar. Namun keindahan itu kini berubah menjadi kesunyian yang mencekam.
Terletak di samping Sungai Chao Phraya, bangunan ini seolah menjadi monumen tak kasat mata dari kelamnya krisis ekonomi Thailand pada tahun 1997, yang dikenal sebagai krisis Tom Yum Kung. Sejak itu, tower ini lebih sering disebut sebagai “Menara Hantu”, namun anehnya justru makin ramai dikunjungi wisatawan yang penasaran.
Popularitas kesan angkernya semakin meningkat ketika Sathorn Unique muncul sebagai latar dalam film horor Thailand berjudul The Promise yang tayang pada tahun 2017. Film tersebut menonjolkan suasana gelap, lantai-lantai kosong, hingga cerita-cerita tragis yang beredar, membuat banyak orang percaya bahwa tempat ini memang menyimpan energi yang tidak biasa. Kenyataannya, gedung ini memang telah ditinggalkan sejak 1997 dan menyisakan jejak sejarah yang tak hanya menakutkan, tetapi juga tragis.
Pembangunan Sathorn Unique Tower dimulai pada 1990 dengan total investasi mencapai 1,8 miliar Baht. Gedung ini awalnya direncanakan menjadi kompleks kondominium super mewah di pusat kota. Semua berjalan mulus hingga tahun 1993, ketika kasus mengejutkan terjadi. Pimpinan proyek, Rangsan Torsuwan, terjerat tuduhan merencanakan pembunuhan Presiden Mahkamah Agung Thailand, Praman Chansue. Kasus tersebut menyeretnya selama 15 tahun, dan membuat banyak lembaga keuangan menolak memberikan pinjaman lanjutan. Proyek pun mendadak kehilangan pendanaan.
Ketika konstruksi akhirnya bisa berlanjut dan bangunan sudah mencapai sekitar 80 persen, Thailand kembali diguncang krisis besar. Pasar real estat runtuh, proyek-proyek raksasa berhenti total, dan lebih dari 300 bangunan terbengkalai termasuk Sathorn Unique Tower. Sejak itu, lantai-lantai kosong tower tersebut menjadi saksi bisu dari ambisi yang gagal dan tragedi yang melingkupinya.
Tak hanya itu, sebagian warga Bangkok percaya bahwa pembangunan tower ini terhenti karena berdiri di atas bekas area pemakaman. Keyakinan tersebut semakin menguat karena suasana gedung yang gelap, lembab, dan penuh lorong yang tak berujung. Kepercayaan ini juga membuat banyak orang enggan mendekat, meski tak sedikit pula yang datang justru untuk membuktikan sendiri cerita mistis yang beredar.
Diceritakan, di tower ini juga pernah ditemukan jasad seorang turis Swedia pada 2014. Cerita ini kemudian memperkuat reputasi angker tower ini. Jasad tersebut ditemukan oleh seorang fotografer, dimana fotografer tersebut menemukan tubuh jasad tergantung di lantai 43, tepat di area toilet yang sempit dan sunyi. Penyelidikan mengungkap bahwa ia meninggal karena bunuh diri. Peristiwa tersebut menimbulkan kehebohan besar dan membuat publik kembali membicarakan betapa mistisnya banguan tua tersebut.
Meski diwarnai kisah mistis, banyak turis tetap datang karena ingin merasakan atmosfernya yang unik dan melihat panorama Bangkok dari ketinggian lebih dari 185 meter. Namun di balik keindahan pemandangan tersebut, banyak yang mengaku merasakan hawa dingin yang tiba-tiba, suara langkah kaki dari lantai atas, atau bayangan samar lewat di lorong-lorong gelap.


