HOLOPIS.COM, JAKARTA – Tanggal 20 November sudah ditetapkan sebagai momen penting untuk peringatan Hari Anak Sedunia. Dengan adanya peringatan Hari Anak Sedunia, publik internasional bisa paham terkait hak-hak anak.
Mengutip laman United Nations atau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), ada alasan tanggal 20 dipilih karena bertepatan dengan pengesahan Konvensi Hak Anak (KHA) oleh PBB pada 1989. Saat itu, Majelis Umum PBB mengadopsi Konvensi Hak-Hak Anak.
Dengan adanya Hari Anak Sedunia, diharapkan bisa menggaungkan sikap kepedulian dan kesadaran internasional dalam peningkatan berbagai hak termasuk kesejahteraan anak.
Sejak 1990, Hari Anak Sedunia juga sudah melekat karena bertepatan dengan Majelis Umum PBB. Agenda saat itu menggaungkan Deklarasi dan Konvensi Hak-Hak Anak.
PBB ingin kalangan masyarakat dunia dari berbagai latar belakang profesi dan anak-anak sendiri bisa memaknai Hari Anak Sedunia sebagai momen penting.
“Dapat memainkan peran penting dalam menjadikan Hari Anak Sedunia relevan bagi masyarakat, komunitas, dan bangsa mereka,” tulis laman PBB dikutip pada Kamis, (20/11/2025).

Peringatan Hari Anak Sedunia diharapkan juga bukan sekadar seremonial. Tapi, itu juga punya makna penting bahwa anak-anak sebagai generasi dunia yang mesti diperhatikan dan dijamin hak-haknya.
Hak itu mulai dari akses pendidikan, kesehatan, dan kualitas kehidupan yang layak untuk membantu perkemabangan anak.
Dari laman UNICEF, Hari Anak Sedunia diharapkan sebagai momen agar anak-anak bangkit dan berbicara tentang kehidupan, harapan, dan hak-hak mereka.
“Sejak matahari terbit, anak-anak terbangun di dunia yang dibentuk oleh pilihan-pilihan yang tidak mereka buat,” tulis UNICEF.

