Forum CPTPP–ASEAN : Indonesia Dorong Perdagangan Inklusif, Wamendag Roro Tekankan Pentingnya Kolaborasi Regional
HOLOPIS.COM, JAKARTA — Indonesia menegaskan komitmennya terhadap perdagangan inklusif dan berkelanjutan dalam Forum Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP) ASEAN Trade and Investment Dialogue yang digelar secara daring pada Kamis (20/11).
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI Dyah Roro Esti Widya Putri menyatakan bahwa pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara negara-negara anggota ASEAN dan CPTPP.
“Pertemuan ini menjadi langkah awal memperkuat komunikasi dan kerja sama antara negara anggota ASEAN dan CPTPP guna mendorong keterbukaan, daya saing, ketahanan, dan keberlanjutan ekonomi kawasan,” ujar Wamendag Roro, sebagaimana informasi yang diterima Holopis.com.
Dalam pertemuan itu, para menteri menyepakati Joint Ministerial Statement yang membuka ruang pertukaran pandangan serta penjajakan peluang kerja sama di bidang perdagangan dan investasi.
Forum juga membahas tantangan perdagangan global dan pentingnya mempertahankan sistem perdagangan multilateral yang terbuka dan berbasis aturan. Menjelang Konferensi Tingkat Menteri WTO ke-14, Indonesia menegaskan kembali dukungannya terhadap mekanisme perdagangan internasional di bawah WTO.
Roro menyampaikan bahwa Indonesia meyakini ASEAN dan CPTPP dapat membentuk koalisi konstruktif untuk memperkuat fungsi konsultatif WTO serta meningkatkan mekanisme pengambilan keputusan. Ia menekankan bahwa menjaga sistem penyelesaian sengketa dua tingkat adalah prioritas untuk memastikan kepastian hukum perdagangan global.
Indonesia dalam forum tersebut mengusulkan tiga bidang kerja sama prioritas, yaitu penyederhanaan prosedur perdagangan dan investasi, peningkatan koherensi regulasi, serta penguatan pengaturan perdagangan digital.
Roro juga menyoroti pentingnya pemberdayaan UMKM dalam rantai nilai regional melalui pemanfaatan teknologi digital dan peningkatan kapasitas ekspor. Selain itu, ia mendorong kerja sama dalam perdagangan berkelanjutan, termasuk pertukaran kebijakan standar hijau.
“Keterlibatan yang lebih erat antara ASEAN dan CPTPP akan memperkuat stabilitas dan daya saing ekonomi global serta menciptakan lingkungan perdagangan regional yang tangguh dan berkelanjutan,” tutupnya.