HOLOPIS.COM, JAKARTA – Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, menegaskan bahwa kehadiran Export Center di berbagai daerah menjadi bukti nyata komitmen pemerintah mendampingi pelaku usaha. Fasilitas ini dinilai memudahkan akses konsultasi ekspor, mulai dari proses perizinan hingga pendampingan untuk bertemu calon buyer.
Menurut Wamendag Roro, kemudahan tersebut sejalan dengan misi Kementerian Perdagangan dalam mendorong peningkatan ekspor nasional, khususnya oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pernyataan itu ia sampaikan saat mengunjungi Export Center Surabaya (ECS) pada Senin (17/11).
Ia menyebut keberadaan ECS penting untuk menghapus anggapan bahwa pelaku usaha harus datang ke Jakarta untuk memperoleh pendampingan ekspor.
“Dengan adanya ECS, pemerintah ingin menegaskan bahwa proses ekspor tidak harus dilakukan dari ibu kota. Pemerintah mendekat ke daerah dan siap membantu,” kata Wamendag Roro seperti yang dikutip Holopis.com dalam siaran pers nya.
Dalam kunjungannya, Roro didampingi Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor, Bayu Wicaksono Putro. Ia juga memberikan apresiasi kepada tim ECS yang dinilai cepat dalam menggali peluang ekspor ke pasar nontradisional.
“Terima kasih atas kerja kerasnya, termasuk tindak lanjut peluang ekspor ke Selandia Baru dari hasil misi dagang,” ujarnya.
Pada hari yang sama, Wamendag Roro turut meninjau Pasar Besar Madiun (PBM) untuk memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga pangan menjelang Natal dan Tahun Baru. Ia menyebut kondisi pasokan masih aman dan harga relatif stabil berkat inisiatif pemerintah daerah melalui program Warung Tekan Inflasi (Wartek).
Roro menegaskan, Kemendag akan memperbaiki rantai distribusi apabila ditemukan komoditas yang dijual di atas Harga Eceran Tertentu (HET).
“Jika ada barang pokok dijual melebihi harga acuan, akan kami catat wilayahnya dan petakan distribusinya untuk diperbaiki. Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah sangat penting untuk menjaga stabilitas harga jelang Nataru,” pungkasnya.

