Dorong Musik Indonesia Timur: Wamen Ekraf Siapkan Panggung untuk Talenta Maluku Utara


Oleh : Dede Suhadi

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Aroma rempah dan dentuman musik dari Indonesia Timur siap menggebrak panggung nasional. Dalam sebuah pertemuan strategis di Jakarta, Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) menetapkan Maluku Utara sebagai target utama "mesin pertumbuhan baru" (the new engine of growth), dengan fokus memobilisasi talenta musik, IP digital, dan komersialisasi kuliner rempah.

Wakil Menteri Ekraf Irene Umar, usai bertemu Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, menegaskan bahwa talenta-talenta Timur yang kini tengah meroket harus segera dipaksa naik kelas. Kuncinya: menciptakan "vibe" Maluku Utara di pusat-pusat keramaian.

“Bayangkan begitu tiba di bandara, orang langsung merasakan vibe Maluku Utara,” ujar Wamen Ekraf.

Strategi yang disepakati bukan sekadar retorika, melainkan aksi konkre: mendorong kampanye digital masif di TikTok dan Spotify, serta membuka akses panggung premium di ruang publik nasional seperti Dukuh Atas atau Blok M, khusus bagi musisi asal Timur.

Wamen Ekraf menekankan bahwa potensi sebesar apa pun tidak berarti tanpa struktur data yang kuat. Ia menargetkan sistematisasi hidden gems daerah.

“Mall, event, bahkan brand sering kesulitan mencari hidden gems. Kalau kita punya database lengkap berisi talenta, produk, dan rate card, kita bisa langsung menghubungkan mereka dengan pasar,” tegas Irene Umar, yang siap menampung kurasi data Maluku Utara melalui platform Ekraf Hunt.

Selain itu, ia mewanti-wanti talenta agar tidak terjebak dalam fenomena "easy come, easy go." Pendampingan legal dan komersial menjadi wajib. “Kita ingin memastikan bahwa ketika ada yang viral, mereka tidak hanya naik cepat tetapi juga bertahan. Talenta harus siap secara legal, finansial, dan komersial.”

Gubernur Sherly Tjoanda memaparkan bukti nyata tindak lanjut, terutama di sektor musik. Pemerintah daerah berhasil membalik kebiasaan peserta kompetisi yang mulanya didominasi cover menjadi sepenuhnya karya orisinal.

“Dulu peserta kebanyakan menyanyikan cover, kini kami hanya menerima karya orisinal,” jelas Sherly. Sejak inisiatif ini, lebih dari 100 lagu orisinal terkumpul dan didukung langsung dengan pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Tjoanda juga memastikan bahwa Festival Musik Indonesia Timur akan diluncurkan di Jakarta tahun depan, sebelum menjadi agenda tahunan resmi di Maluku Utara.

Tak hanya musik, Ternate diperkuat identitasnya sebagai Kota Rempah. Komoditas unggulan mulai dari kenari yang sudah menembus pasar internasional, kopi rempah, pala, cengkeh, hingga hidangan khas cengkeh afo akan didorong melalui kolaborasi fine dining.

Terakhir, kekayaan cerita rakyat Maluku Utara sedang diubah menjadi blue print IP untuk gim, animasi, dan konten digital. Kesepakatan ini merupakan integrasi total dari hulu (kurasi data, legalitas) hingga hilir (eksposur panggung nasional dan pasar global), menandai babak baru bagi pertumbuhan ekonomi kreatif yang lahir dari daerah.

Tampilan Utama