Awas IHSG Lanjut Melemah, Cek Saham-saham Potensial untuk Serok Cuan


Oleh : Khoirudin Ainun Najib

HOLOPIS.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi bakal menguji level resistance 8.440–8.475, dengan area support di level 8.315–8.355 pada perdagangan hari ini, Rabu (19/11/2025).

Hal tersebut sebagaimana disampaikan Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda dalam riset hariannya.

Dia menyampaikan, bahwa Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) mengenai arah kebijakan suku bunga acuan atau BI-Rate pada November 2025, akan menjadi sentimen penggerak pasar saham hari ini.

“Pasar sekaligus akan mencermati keputusan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia,” katanya, dikutip Holopis.com.

Sementara itu analis Phintraco Sekuritas memprakirakan IHSG memiliki kecenderungan melemah hingga menguji level support area di kisaran 8300-8325.

“Secara teknikal, indikator MACD berpotensi mengalami Death Cross sedangkan Stochastic RSI telah mengalami Death Cross di area overbought,” tulis analis Phintraco Sekuritas.

Adapun pada perdagangan Selasa (18/11/2025) kemarin, IHSG ditutup melemah 0,65 persen ke level 8.361.93. Saham-saham di sektor energi mengalami koreksi terbesar, sebaliknya saham sektor properti menjadi satu-satunya sektor yang menguat.

Pelemahan IHSG antara lain dipengaruhi oleh koreksi indeks bursa global dan regional yang mendorong terjadinya profit taking. Selain itu pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS juga menjadi faktor negatif.

Beberapa saham terkait dengan komoditas emas masih melanjutkan koreksi akibat pelemahan harga emas dan rencana penerapan bea ekspor emas sebesar 7,5 - 15 persen di tahun 2026.

Rekomendasi Saham Cuan

Di tengah kondisi ini, sejumlah sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang bisa diperhatikan untuk meraih cuan pada perdagangan hari ini.

Reza dari BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) dengan area beli pada level Rp4.600–Rp4.700, target harga Rp4.820 dan Rp4.950, dengan stop loss pada area kurang dari Rp4.550 per lembar.

Menurutnya, saham CPIN saat ini sedang berada pada level support Rp4.590–Rp4.660. Jika rebound mampu terjadi, maka potensi penguatan lanjutan akan menuju level resistance di target harga.

Saham kedua yang direkomendasikan adalah PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) dengan area beli pada level Rp7.400–Rp7.500, target harga Rp7.650 dan Rp7.775, dan stop loss pada level kurang dari Rp7.300.

“Pergerakan saham TPIA secara chart 1 jam sedang pullback dengan level support pada Rp7.300–Rp7.375. Selama berada di atas level tersebut, maka potensi harga akan menuju level Rp7.650–Rp7.775,” katanya.

Terakhir, Reza merekomendasikan saham PT Indo Oil Perkasa Tbk. (OILS) dengan area beli pada level Rp264–Rp274, target harga Rp286 dan Rp294, dengan stop loss pada level kurang dari Rp250.

Menurut analis, pergerakan saham OILS telah mengalami lonjakan harga dan volume yang disertai dengan akumulasi yang masif. “Secara teknikal, harga saham OILS telah membentuk pola rally based rally yang berpotensi menguji target harga,” ujar Reza.

Selain sejumlah saham itu, analis Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham lain, diantaranya saham PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ).

Tampilan Utama