Milad ke-113 Muhammadiyah, Anwar Abbas Dorong Revolusi Ekonomi Umat: Kelas Menengah Harus Mendominasi


Oleh : Dani Yoga

HOLOPIS.COM, JAKARTA - Salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah akan genap berusia 113 tahun. Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Anwar Abbas menyampaikan catatan reflektifnya menyambut Milad ke-113 Muhammadiyah.

Menurut Kiai Abbas, pentingnya langkah strategis Muhammadiyah selaku organisasi Islam untuk memperkuat perekonomian umat. Hal itu sebagai fondasi kemandirian organisasi dan kesejahteraan masyarakat.

“Salah satu tugas mulia yang harus dipikul dan didorong oleh Muhammadiyah bersama elemen umat lainnya, sehingga diharapkan lewat apa yang mereka lakukan, keadaan umat di masa depan akan jauh lebih baik dari yang ada hari ini,” kata Anwar Abbas, dalam keterangannya di Jakarta, dikutip pada Selasa, (18/11/2025).

Abbas menjelaskan kondisi ekonomi umat Islam saat ini masih ada tiga lapisan besar, yakni atas, menengah dan bawah.

Lambang Muhammadiyah.

 

Menurut dia, Islam sudah beri pedoman agar setiap kelompok berpartisipasi dalam membantu sesama sesuai kemampuan. Ia menuturkan pedoman itu merujuk Surah At-Talaq ayat 7.

Bagi Abbas, ajaran itu sudah dipahami dengan baik oleh masyarakat. Ia mengatakan demikian karena gambaranya terlihat dari kuatnya tradisi berinfak.

Kata dia, tradisi memberikan infak itu tak hanya dilakukan kalangan mampu tapi juga masyarakat dengan kemampuan ekonomi menengah dan bawah.

“Karena donasi dan kontribusi itulah Muhammadiyah dapat membangun banyak amal usaha seperti sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, serta layanan sosial lainnya,” jelas Kiai Abbas.

Namun, ia menyampaikan potensi umat untuk berkontribusi masih jauh lebih besar. Kata dia, potensi itu seperti ibarat struktur ekonomi yang saat ini sudah berbentuk piramida dengan jumlah kelompok bawah yang dominan.

Menurut dia, pola struktur itu bisa diubah menjadi bentuk seperti belah ketupat. Sebab, dengan struktur itu, jumlah masyarakat berpenghasilan menengah bakal menjadi jumlah kelompok terbesar. Sementara, lapisan atas dan bawah menipis.

Lebih lanjut, dengan jumlah kelas menengah yang diperbesar, maka kapasitas donasi dan kontribusi umat pun akan meningkat.

"Hal itu pada akhirnya akan mendorong kemajuan umat dalam berbagai aspek kehidupan,” katanya.

Kemudian, ia menyampaikan perlu kolaborasi untuk mengangkat kelompok ekonomi bawah ke tingkat menengah. Hal itu sebagai langkah strategis jangka panjang.

Tampilan Utama