HOLOPIS.COM, JAKARTA — Lain kali ketika Sobat Holopis mendapatkan balasan pesan yang terlalu sopan di media sosial, ada baiknya di cek dua kali. Bisa jadi itu bukan manusia, melainkan AI yang sedang menyamar.
Dikutip Holopis.com dari ArsTechica hasil penelitian dari University of Zurich, University of Amsterdam, Duke University, dan New York University merilis sebuah studi yang menunjukkan bahwa model AI masih mudah dibedakan dari manusia dalam percakapan di media sosial.
Ciri paling mencolok adalah feel emosional yang terlalu ramah. Dalam penelitian tersebut, yang menguji sembilan model AI open-weight di Twitter/X, Bluesky, dan Reddit, para peneliti menemukan bahwa sistem klasifikasi mereka mampu mendeteksi balasan buatan AI dengan akurasi 70–80 persen.
“Bahkan setelah dilakukan pemeriksaan, keluaran LLM tetap jelas dapat dibedakan dari teks manusia, terutama dalam nada afektif dan ekspresi emosional,” tulis para peneliti.
Tim yang dipimpin Nicolò Pagan dari University of Zurich ini mencoba berbagai strategi optimasi, mulai dari prompting sederhana hingga fine-tuning, namun isyarat emosional yang lebih dalam tetap menjadi tanda paling jelas bahwa suatu balasan di internet ditulis oleh chatbot, bukan manusia.
Selain itu, peneliti juga menemukan permasalahan ketika AI dioptimalkan agar gaya tulisannya mirip manusia, justru isi pesannya menjadi kurang akurat dibanding balasan manusia asli pada postingan yang sama. Sebaliknya, ketika AI difokuskan untuk meniru isi balasan manusia, gaya bahasanya menjadi lebih mudah terdeteksi sebagai buatan mesin.
Menariknya, teknik sederhana justru paling efektif. Memberikan contoh tulisan pengguna atau menyediakan konteks relevan membuat tulisan AI lebih sulit dibedakan. Sementara itu, teknik kompleks seperti deskripsi kepribadian pengguna atau fine-tuning model hanya memberikan dampak kecil.

