“Saya pelaku usaha penginapan merasa diuntungkan. Karena dengan adanya event seperti ini, makin cuan,” katanya.
Unfa menuturkan bahwa Borobudur Marathon menjadi salah satu pemicu berkembangnya usaha penginapannya.
Pada pertengahan 2023, ia mulai membangun tiga kamar deluxe. Meski pembangunan masih setengah jalan, permintaan kamar justru membludak menjelang Borobudur Marathon 2023.
“Bahkan pemesanan dilakukan enam bulan sebelum penyelenggaraan. Itu yang memacu kami supaya homestay cepat jadi pembangunannya. Kalau enggak, mungkin saja belum jadi pada saat itu,” ungkapnya.
UMKM Lokal Dilibatkan
Terpisah, Direktur Utama Bank Jateng, Irianto Harko Saputro, menjelaskan bahwa pihaknya turut melibatkan puluhan UMKM lokal dalam area penyelenggaraan.
Mereka terhimpun dalam program Bank Jateng Pawone dan Berdikari, yang terdiri atas pelaku usaha kuliner, kerajinan, hingga fesyen.
“Ada 46 UMKM Berdikari dan 20 UMKM Pawone menjadi satu. Kita ingin dampak bisa dirasakan selain untuk pelari, juga seluruh masyarakat Jawa Tengah, khususnya di Magelang,” terangnya.
Irianto berharap penyelenggaraan Borobudur Marathon 2025 memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat sekitar, sejalan dengan meningkatnya jumlah peserta yang mengikuti ajang tersebut.

