Wujudkan Pariwisata Berkualitas, Kemenpar Perkuat Sinergi dengan 49 Mitra di WICF 2025
HOLOPIS.COM, JAKARTA - Setelah mengguncang panggung internasional di World Travel Market (WTM) London dengan kampanye yang membuai, “Go Beyond Ordinary,” Kementerian Pariwisata (Kemenpar) kini membawa semangat revolusi itu ke jantung ibu kota.
Dihelatnya Wonderful Indonesia Co-Branding Forum (WICF) 2025 menjadi saksi bisu pertemuan 49 raksasa industri pariwisata dan mitra Kemenpar, yang bersatu padu merajut benang merah visi baru yaitu Co-Branding 5.0.
Ini adalah komitmen untuk membangun ekosistem yang menolak keramaian massal, merangkul kualitas tinggi, dan mengedepankan pengalaman yang benar-benar autentik.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menegaskan bahwa ini adalah "titik balik." Ia menyebut WICF 2025 sebagai wadah di mana kolaborasi dan inovasi menjadi mesin pendorong utama, menanamkan kesadaran bahwa pariwisata Indonesia harus bergerak dari sekadar kunjungan, menuju sebuah penghayatan mendalam yang meninggalkan jejak emosional.
Kampanye “Go Beyond Ordinary” adalah sebuah manifesto, peta jalan yang menantang wisatawan dan industri untuk melihat lebih jauh. Indonesia tidak lagi ingin dikenal hanya sebagai destinasi liburan, melainkan sebagai tujuan liburan bermakna.
Strategi baru ini bertumpu pada trinitas pilar yang memadukan keajaiban alam, kearifan budaya, dan sentuhan kreativitas yaitu gastronomy, wellness, dan marine tourism.
- Gastronomy: Petualangan Rasa yang Berbudaya. Ini bukan tentang makan malam mewah, melainkan penjelajahan akar budaya melalui setiap gigitan. Wisatawan diajak menyelami cerita di balik rempah-rempah, teknik memasak tradisional, hingga kebun tempat bahan baku tumbuh.
- Wellness: Oase Ketenangan di Tengah Nusantara. Menjauh dari hiruk pikuk kota, pilar ini mempromosikan retret spiritual, terapi penyembuhan, dan yoga yang berakar pada kearifan lokal. Ini adalah janji ketenangan jiwa dan kebugaran total, memanfaatkan alam sebagai penyembuh utama.
- Marine Tourism: Keindahan Bawah Laut yang Bertanggung Jawab. Mengakui bahwa keajaiban laut adalah harta karun tak ternilai, fokusnya beralih dari eksploitasi menuju konservasi. Pengalaman menyelam autentik dipromosikan bersama inisiatif pariwisata bahari yang berkelanjutan, memastikan keindahan ini abadi.
Dengan semangat “Strengthening Collaboration Toward Co-Branding 5.0,” WICF 2025 berfungsi sebagai ruang business matching yang hidup. Di sini, 49 mitra tidak hanya berdiskusi, tetapi secara konkret menyelaraskan strategi mereka dengan lima program revolusioner Kemenpar, termasuk adopsi teknologi lewat Tourism 5.0 dan fokus pada penguatan akar budaya melalui Desa Wisata dan Pariwisata Berkualitas.
Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Kemenpar, Firnandi Gufron, menyimpulkan bahwa sinergi ini adalah kunci keberlanjutan. "Melalui kolaborasi ini, kami berharap lahir inisiatif pemasaran yang tidak hanya inovatif, tetapi juga berdampak nyata bagi industri lokal, sekaligus mematri citra positif Indonesia sebagai destinasi premium di kancah global," tutupnya.
Inisiatif ini bukan sekadar pergantian musim promosi, melainkan janji Indonesia untuk menyuguhkan perjalanan yang etis, mendalam, dan tak terlupakan, melampaui segala hal yang dianggap biasa.