“Makanan adalah proses tumbuh kembang anak. Anak perlu belajar makan, mengenal berbagai jenis makanan, dan dibujuk dengan kasih sayang. Makanan yang dikenalkan sejak dini akan membantu mereka terbiasa mengunyah dan mengenal berbagai rasa,” jelasnya.
Lantas, dr. Hani Purnamasari, dokter spesialis anak, menekankan pentingnya pemantauan pemberian MPASI agar dapat mendeteksi masalah gizi sejak dini. Ia mengungkapkan bahwa pemantauan yang baik dalam pemberian MPASI bertujuan untuk memastikan intervensi yang cepat dan tepat, guna mengoptimalkan tumbuh kembang anak.
“Kekurangan gizi pada masa MPASI dapat berdampak pada daya tahan tubuh yang rendah, keterlambatan perkembangan otak dan kognitif, serta gangguan pertumbuhan yang dapat memengaruhi kualitas hidup anak di masa depan,” tambah dr. Hani.
Melalui seminar ini, LKC Dompet Dhuafa mengajak seluruh pihak untuk bersinergi dalam mendampingi keluarga Indonesia untuk memastikan pemberian MPASI yang bergizi dan berbasis bahan pangan lokal.
Dengan kolaborasi ini, diharapkan Indonesia dapat mencapai tujuan Indonesia Emas 2045, dengan menghasilkan anak-anak yang sehat, bebas stunting, dan siap menghadapi masa depan yang lebih baik.

