LKC Dompet Dhuafa Dorong Optimalisasi Pangan Lokal dan Peran Budaya untuk MPASI Bergizi

13 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma atau LKC Dompet Dhuafa menyelenggarakan Seminar Budaya Sehat Nusantara secara hybrid dengan tema “Optimalisasi Bahan Pangan Lokal, MPASI Bergizi, untuk Tumbuh Kembang Anak” pada Rabu, 12 November 2025, bertempat di Sasana Budaya Rumah Kita Gedung Philanthropy, Jakarta Selatan.

Seminar ini bertujuan untuk membahas pentingnya kualitas Makanan Pendamping ASI (MPASI) dalam pencegahan stunting, sebuah isu kesehatan yang masih menjadi perhatian utama di Indonesia. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting nasional masih mencapai 19,8%, dengan kelompok usia 24-35 bulan sebagai kelompok dengan angka tertinggi. Data ini menunjukkan bahwa kualitas MPASI memegang peranan penting dalam mendukung tumbuh kembang anak yang sehat.

- Advertisement -

Direktur Program Kesehatan Dompet Dhuafa, Ismail Agus Said berharap seminar ini dapat mendorong kesadaran masyarakat, terutama ibu-ibu, akan pentingnya pemberian MPASI yang bergizi.

“Tata kelola MPASI yang baik dan benar dapat melahirkan anak-anak tumbuh sehat dan berkembang,” kata Ismail.

- Advertisement -

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Republika Ahmad Juwaini, mengutip hasil SSGI 2024, yang menunjukkan prevalensi stunting nasional pada tahun 2025 sebesar 19,8%, dengan target penurunan menjadi 18,8%. Meskipun ada penurunan, ia mengungkapkan adanya disparitas antar daerah, dengan beberapa provinsi seperti Papua Barat, Sulawesi Barat, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) masih memiliki angka stunting di atas 30%.

“Banyak bayi di Indonesia belum mendapatkan gizi yang baik, oleh karena itu kita perlu mengoptimalkan sumber daya lokal yang ada,” ujarnya.

Ahmad juga mengajak masyarakat untuk kembali memanfaatkan kearifan lokal dalam pemenuhan gizi anak, seperti daun kelor, ati ayam yang dialuskan, atau bubur jagung, yang memiliki banyak manfaat. Ia berharap bahan pangan lokal ini dapat dikembangkan lebih lanjut dengan dukungan inovasi dan teknologi masa kini.

Seminar ini dihadiri oleh sekitar 80 peserta luring yang terdiri dari kader Posyandu, fasilitator, penanggung jawab program LKC Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, serta perwakilan dari organisasi masyarakat dan media. Selain itu, lebih dari 800 peserta juga mengikuti acara secara daring melalui siaran langsung YouTube.

Sementara itu, erwakilan dari LKC Dompet Dhuafa drg. Martina Tirta Sari, menyatakan bahwa kader Posyandu memiliki peran penting dalam mengedukasi masyarakat tentang gizi anak.

“Kader Posyandu adalah ujung tombak perubahan di masyarakat. Melalui seminar ini, kami berharap tidak hanya meningkatkan kapasitas kader, tetapi juga mendorong terciptanya resep dan produk MPASI berbahan lokal yang dapat langsung diterapkan di Posyandu,” ujarnya.

Sementara itu, dr. Ika Nurillah Satriana, ahli gizi, mengingatkan bahwa pemberian MPASI harus dilakukan dengan cara yang benar untuk mendukung tumbuh kembang anak.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
13 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru