Capek Jadi Dewasa? Gen Z Temukan Surga Baru Lewat Sleep Tourism

11 Shares

Walau tujuannya tidur, bukan berarti Gen Z nggak mau suasana yang cantik. Retreat-retreat sleep tourism dibuat aesthetic banget, warna warm tone, pencahayaan lembut, aroma lavender yang calming, pemandangan pegunungan atau pantai yang sunyi, sampai spot-spot yang sengaja dirancang untuk foto.

Hasilnya? Healing dapat, vibe Instagram juga dapat.

- Advertisement -

Detoks Digital Tanpa FOMO
Salah satu paket favorit dalam sleep tourism adalah digital detox. Bayangkan menginap di tempat sunyi yang koneksinya lambat atau memang sengaja dibuat tanpa TV dan wifi. Terdengar ekstrem? Justru itu poinnya. Gen Z pengen istirahat dari kericuhan digital tanpa gangguan notifikasi, tanpa drama chat, tanpa scroll sampai jam 3 pagi.

Travel di Masa Depan Bakal Lebih Tenang, Lebih Rebah-able
Dengan makin banyaknya anak muda yang sadar pentingnya kesehatan mental dan kualitas tidur, tren sleep tourism diprediksi akan terus bertumbuh. Liburan bukan lagi tentang “berapa banyak tempat yang kamu datangi?”, tapi “seberapa fresh kamu setelah pulang?”.

- Advertisement -

Mungkin ke depan, itinerary liburan akan lebih simpel:

Hari 1: Tidur.
Hari 2: Tidur lagi.
Hari 3: Pulang dengan jiwa lebih damai.
Dan jujur, itu kedengarannya sangat Gen Z.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
11 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru